BREAKING NEWS
Jumat, 03 April 2026

Ibas Bantah Keras Tudingan Demokrat Terlibat Isu Ijazah Jokowi: Fitnah Keji

Adelia Syafitri - Selasa, 29 Juli 2025 07:56 WIB
Ibas Bantah Keras Tudingan Demokrat Terlibat Isu Ijazah Jokowi: Fitnah Keji
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas). (foto: tangkapan layar ig ibasyudhoyono)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan bahwa Partai Demokrat tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan isu polemik ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo.

Pernyataan ini disampaikan Ibas sebagai respons terhadap tudingan di ruang publik yang menyebut "partai biru" sebagai dalang di balik isu tersebut.

"Kami dari Partai Demokrat menanggapi dengan tegas tuduhan bahwa 'partai biru' adalah dalang di balik isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Tuduhan ini adalah fitnah keji, tidak berdasar, dan merupakan bentuk pembunuhan karakter terhadap institusi politik yang sah," ujar Ibas dalam keterangan pers kepada wartawan, Selasa (29/7/2025).

Lebih lanjut, Ibas menyebut upaya tersebut merupakan manuver politik kotor yang tidak hanya mencemarkan nama baik Partai Demokrat, tetapi juga berpotensi memecah belah bangsa dan menyesatkan opini publik.

Dalam pernyataannya, Ibas juga menjelaskan bahwa Roy Suryo, yang sebelumnya menyatakan keraguannya terhadap keaslian ijazah Presiden Jokowi, bukan lagi kader Partai Demokrat sejak tahun 2019.

Oleh karena itu, setiap pernyataan Roy Suryo merupakan pendapat pribadi, dan tidak berkaitan dengan sikap maupun kebijakan partai.

"Partai Demokrat tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan isu tersebut. Saudara Roy Suryo bukan lagi bagian dari Partai Demokrat sejak tahun 2019. Pernyataannya adalah sikap pribadi dan tidak mencerminkan pandangan atau kebijakan partai," tegasnya.

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Demokrat ini juga mengajak seluruh pihak untuk menghentikan penyebaran tuduhan tanpa dasar, serta menghindari penggiringan opini yang dapat mencederai etika demokrasi.

"Kami meminta kepada semua pihak untuk berhenti menyebarkan tuduhan tanpa bukti. Jika ada permasalahan hukum terkait dokumen atau identitas pribadi siapa pun, serahkan dan percayakan sepenuhnya kepada institusi penegak hukum," ujar Ibas.

Demokrat, lanjut Ibas, tetap mendukung praktik demokrasi yang sehat dan berlandaskan pada kebenaran serta keadilan.

Sebagai bentuk keseriusan, Ibas menyatakan Partai Demokrat tengah mempertimbangkan untuk menempuh langkah hukum terhadap pihak-pihak yang diduga sengaja mencemarkan nama baik partai melalui narasi palsu.

"Demokrat akan mempertimbangkan langkah hukum terhadap siapa pun yang dengan sengaja mencemarkan nama baik partai kami melalui narasi-narasi palsu dan manipulatif," ujarnya menutup.*

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru