Megawati Ingatkan Bahaya AI: Jangan Sampai Melampaui Otak Manusia
JAKARTA Presiden ke5 RI Megawati Soekarnoputri mengingatkan pentingnya etika dalam pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intel
NASIONAL
JAKARTA, — Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid, menanggapi usulan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, mengenai pembentukan koalisi permanen menuju Pemilu 2029.
Kholid menilai bahwa pembahasan mengenai hal tersebut kurang tepat dilakukan di tengah situasi bencana yang melanda beberapa daerah di Indonesia.
"Koalisi permanen adalah topik yang penting, tetapi tidak tepat dibahas saat bangsa kita sedang berduka akibat bencana besar yang sedang terjadi," kata Kholid kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).Baca Juga:
Menurutnya, saat ini lebih penting bagi seluruh pihak untuk fokus pada penanganan bencana yang sedang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kholid menegaskan bahwa PKS belum membahas usulan koalisi permanen tersebut dalam internal partai.
Untuk sementara, partai berlambang bulan sabit kembar ini lebih memilih untuk mengutamakan agenda kerakyatan, termasuk upaya maksimal dalam menangani bencana yang menimpa wilayah-wilayah tersebut.
"Energi politik kita harus diarahkan untuk mendukung penanganan bencana dan meningkatkan kesejahteraan rakyat, bukan pada perdebatan tentang koalisi permanen yang menurut kami bisa menunggu," ungkap Kholid. PKS, lanjutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pemerintah Prabowo-Gibran, dan tetap berada di dalam koalisi pemerintah.
"Kami sudah berada dalam koalisi ini, dan PKS akan konsisten untuk mendukung program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto," tambahnya.
Sebelumnya, dalam acara HUT ke-61 Partai Golkar, yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Bahlil Lahadalia mengusulkan pembentukan koalisi permanen.
Bahlil berpendapat bahwa untuk menjaga stabilitas pemerintahan, perlu ada penguatan koalisi yang solid dan tidak mudah berubah-ubah.
"Koalisi yang mendukung pemerintahan ini harus kuat. Jangan ada koalisi yang masuk keluar, yang ada hanya koalisi yang solid dan berkomitmen pada stabilitas," ujar Bahlil, Jumat (5/12/2025), dalam pidatonya di acara tersebut.
Usulan Bahlil ini mendapat tanggapan beragam. Beberapa pihak menyarankan agar koalisi tersebut tidak hanya difokuskan pada stabilitas politik jangka pendek, tetapi juga memperhatikan masalah rakyat dan bencana yang tengah terjadi.
JAKARTA Presiden ke5 RI Megawati Soekarnoputri mengingatkan pentingnya etika dalam pengembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intel
NASIONAL
JAKARTA Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Polri mulai menguji penggunaan tepung singkong sebagai bahan yang berpotensi mem
NASIONAL
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali mengalami penurunan pada Sabtu, 29 Agustus 2026.Berdasarkan harga yang dipa
EKONOMI
LAMPUNG UTARA Video yang memperlihatkan benda diduga menyerupai peluru senapan angin ditemukan di dalam potongan daging menu Makan Bergi
PERISTIWA
MEDAN Sejumlah pelaku penyalahgunaan narkoba melarikan diri dengan melompat ke sungai saat Unit Reaksi Cepat (URC) Unit Reskrim Polsek M
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kondisi ekonomi sebuah keluarga dapat berubah dari waktu ke waktu. Perubahan penghasilan, pekerjaan, jumlah anggota keluarga, hi
EKONOMI
JAKARTA Polisi mengamankan 322 orang yang diduga terlibat dalam kericuhan di sejumlah titik di Jakarta setelah demonstrasi di depan Gedu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Polda Metro Jaya memulangkan 141 dari total 152 anak yang sempat ditangkap terkait aksi kericuhan di Jakarta pada Kamis (27/8).Dir
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung hunian baru warga di kawasan Senen, Jakarta Pusat, pada Jumat malam, 28 Agustus 2026
NASIONAL
JAKARTA Pemblokiran rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Supriyono alias Botok, oleh Bank Mandiri dinilai dapat memberi
EKONOMI