BREAKING NEWS
Minggu, 05 April 2026

Dino Patti Djalal Tegaskan Dewan Perdamaian Trump Bukan Solusi Permanen, Indonesia Harus Waspada Agenda AS-Israel

Adam - Sabtu, 07 Februari 2026 09:03 WIB
Dino Patti Djalal Tegaskan Dewan Perdamaian Trump Bukan Solusi Permanen, Indonesia Harus Waspada Agenda AS-Israel
Mantan Menteri Luar Negeri dan pendiri Foreign Policy Community of Indonesia , Dino Patti Djalal. (Foto: Kompas/Aditya Mahendra)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Mantan Menteri Luar Negeri dan pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, menilai Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) gagasan Presiden AS Donald Trump tidak bisa dijadikan solusi akhir bagi kemerdekaan Palestina.

Dino menyebut, sikap Trump yang sulit diprediksi serta rezim Zionis Israel yang menolak kemerdekaan Palestina berpotensi menjadi hambatan serius bagi BoP dalam mencapai tujuannya sesuai amanat Dewan Keamanan PBB.

"Karena RI sudah keburu masuk BoP, waspadai perilaku Trump dan agenda Israel untuk membungkam Palestina, dan selalu jaga opsi untuk keluar dari BoP," kata Dino dalam pernyataan tertulis yang dipantau, Sabtu (7/2/2026).

Baca Juga:

Menurut Dino, Dewan Perdamaian dan Rencana 20 Poin Trump saat ini merupakan satu-satunya kesepakatan internasional yang berhasil mendorong gencatan senjata dan pemulihan di Jalur Gaza.

Keikutsertaan Indonesia di BoP dianggap sebagai langkah realistis, terutama karena RI bergabung bersama tujuh negara mayoritas Muslim lainnya.

Meski demikian, Dino menekankan bahwa BoP bukan solusi permanen.

Namun, Resolusi DK PBB 2803 memberi peluang bagi Palestina untuk menentukan nasibnya sendiri, sehingga Indonesia perlu terus menggelorakan perjuangan Palestina baik di Dewan Perdamaian maupun di forum internasional lain.

Sebelumnya, Dino juga pernah menyampaikan kekhawatirannya bahwa BoP hanya menjadi "kedok" Trump untuk membangun proyek infrastruktur di Jalur Gaza.

Ia menekankan, kepentingan Palestina harus tetap dijaga agar hak rakyat menentukan nasib sendiri tidak tergerus kepentingan pihak lain.

Keikutsertaan Indonesia di BoP menjadi dilema diplomatik yang menuntut strategi hati-hati.

Pernyataan Dino memberikan pandangan kritis yang mendorong pemerintah RI menjaga posisi strategis tanpa mengorbankan aspirasi kemerdekaan Palestina.*

(an/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Peringati HUT ke-18 Gerindra, DPC Gerindra Batu Bara Hadirkan Kebahagiaan dan Pengabdian Nyata untuk Rakyat
Media Independen Indonesia Siap Hadir di Percakapan Global, MIO Indonesia Perkenalkan Strategi Trust Fund dan Command Centre
Menuju Indonesia Emas 2045, Gubernur Bobby Dorong Generasi Muda Sumut Manfaatkan Peluang Industri Hilirisasi
Moody’s Turunkan Outlook Indonesia Jadi Negatif, Menkeu Purbaya Tetap Optimistis Ekonomi Pulih Lebih Cepat
OJK Bentuk Satgas Reformasi Pasar Modal, BEI dan KSEI Ikut Terlibat
IHSG Hari Ini Tertekan, Sektor Syariah dan LQ45 Kompak di Zona Merah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru