BREAKING NEWS
Jumat, 15 Mei 2026

Dudung Bantah Jadi ‘Pembisik’ Prabowo soal Ucapan Kabur ke Yaman: Rizieq Shihab Kok Didengerin, Omongannya Tak Bisa Dipercaya

- Selasa, 05 Mei 2026 08:45 WIB
Dudung Bantah Jadi ‘Pembisik’ Prabowo soal Ucapan Kabur ke Yaman: Rizieq Shihab Kok Didengerin, Omongannya Tak Bisa Dipercaya
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman membantah tudingan Rizieq Shihab yang menyebut dirinya sebagai sosok di balik pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait ucapan “kabur ke Yaman”. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman membantah tudingan Rizieq Shihab yang menyebut dirinya sebagai sosok di balik pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait ucapan "kabur ke Yaman" yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Pernyataan tersebut mencuat setelah Rizieq menuding Dudung sebagai "jenderal baliho" yang diduga memberi masukan kepada Prabowo hingga melontarkan pernyataan kontroversial tersebut saat menghadiri agenda di Cilacap pada Rabu, 29 April 2026.

Menanggapi tudingan itu, Dudung menilai pernyataan Rizieq tidak perlu ditanggapi serius.

Baca Juga:

"Rizieq kok didengerin, biarkan saja omongannya tidak ada yang bisa dipercaya," kata Dudung pada Senin, 4 Mei 2026.

Sebelumnya, Rizieq mempertanyakan alasan Prabowo secara spesifik menyebut Yemen dalam pidatonya.

Menurut dia, pernyataan tersebut berbeda dari sikap Prabowo sebelumnya yang hanya menyebut pihak yang tidak setuju dengan pemerintah dipersilakan pergi ke luar negeri.

Rizieq menduga ada pihak di lingkaran Istana yang memengaruhi ucapan tersebut.

Ia kemudian menyinggung sosok "jenderal baliho", istilah yang merujuk pada Dudung saat menjabat sebagai Pangdam Jaya dan memerintahkan penurunan baliho Rizieq pada akhir 2020.

Saat itu, Dudung membantu Satpol PP DKI Jakarta menertibkan baliho milik Front Pembela Islam setelah organisasi tersebut dibubarkan pemerintah.

Ucapan Prabowo mengenai "kabur ke Yaman" disampaikan saat groundbreaking 13 proyek hilirisasi nasional di Cilacap.

Dalam pidatonya, Prabowo membantah narasi "Indonesia gelap" yang belakangan ramai di media sosial.

"Indonesia gelap? Matanya buram. Indonesia terang. Ada yang mau kabur? Kabur saja. Mungkin ada yang mau kabur ke Yaman," kata Prabowo.

Pernyataan itu kemudian memicu perdebatan publik dan viral di berbagai platform media sosial.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari meminta publik tidak hanya menyoroti satu potongan kalimat dalam pidato Prabowo.

Menurut Qodari, pidato tersebut lebih banyak membahas strategi hilirisasi nasional dan penguatan kemandirian ekonomi Indonesia.

Ia menilai publik perlu melihat keseluruhan konteks pidato, termasuk upaya pemerintah mendorong industrialisasi dan nilai tambah sumber daya dalam negeri.

Polemik pernyataan "kabur ke Yaman" kini terus menjadi perbincangan di ruang publik, terutama setelah muncul respons dari berbagai tokoh nasional.*


(tm/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sinergi Pemko Tanjungbalai, BPS dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026: Data Akurat Jadi Kunci Kebijakan Tepat Sasaran
Bupati Batu Bara Dorong Kolaborasi Akademisi dan Alumni KPI untuk Pembangunan Daerah
Realisasi Proyek Hilirisasi Bukti Pembangunan Tidak Stagnan
Bobby Nasution Hadiri Pengukuhan Kepala LPS I, Tekankan Stabilitas Keuangan Sumut
Peringatan Hardiknas 2026 di Labusel, Bupati Fery: Pendidikan Kunci Kemajuan Bangsa
Mendagri Minta Perpukadesi Jaga Netralitas dan Hindari Keterlibatan dalam Politik Praktis
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru