BREAKING NEWS
Rabu, 19 Agustus 2026

Tak Menyangka Ada Prosesi Injak Kepala Kerbau Saat Penerimaan Gelar Adat di Lampung, Jokowi: Wah Ini Nanti Ramai Ini

Abyadi Siregar - Jumat, 03 Juli 2026 15:04 WIB
Tak Menyangka Ada Prosesi Injak Kepala Kerbau Saat Penerimaan Gelar Adat di Lampung, Jokowi: Wah Ini Nanti Ramai Ini
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam prosesi menginjak kepala kerbau saat menerima gelar adat di Lampung. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menyatakan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) tidak mengetahui adanya prosesi menginjak kepala kerbau saat menerima gelar adat di Lampung.

Menurut PSI, Jokowi mengikuti seluruh rangkaian upacara sebagai bentuk penghormatan terhadap adat dan tokoh masyarakat yang mengundangnya.

Ketua DPP PSI Bestari Barus mengatakan kehadiran Jokowi di Lampung semata untuk memenuhi undangan pemberian gelar adat, bukan untuk menentukan rangkaian prosesi yang akan dijalani.

Baca Juga:

"Ya, sebetulnya, itu kan kehadiran Pak Jokowi diundang untuk diberikan penghargaan adat setempat ya kan. Dengan gelar Baginda Pemuka Rakyat. Itu kan bukannya, bukan juga Pak Jokowi yang menentukan harus jadi apa, beliau datang menghormati undangan para tokoh, tokoh dewan adat gitulah," kata Bestari kepada wartawan, Jumat (3/7/2026).

Bestari mengaku sempat berbincang dengan Jokowi di Solo.

Dalam percakapan itu, Jokowi disebut mengaku terkejut ketika mengetahui ada kepala kerbau dalam prosesi adat yang dijalaninya.

"Sehingga kemudian itu, pada saat beliau naik ke panggung juga beliau sudah sadari itu kemarin, semalam beliau bercerita, kami sedang di Solo ini. Jadi, apa sih sebetulnya ini, beliau juga menyatakan 'Wah, saya ndak tahu kalau ada kepala itu, kerbau'. Begitu naik beliau melihat ada kepala kerbau," kata Bestari.

Menurut Bestari, Jokowi bahkan telah memperkirakan prosesi tersebut akan menjadi perhatian publik.

"Dan disuruh duduk di depannya kepala kerbau, beliau sempat bergumam gitu, 'Wah ini nanti ramai ini'," tambahnya.

Ia mengatakan, ketika diminta menginjak kepala kerbau, Jokowi tetap mengikuti arahan para tetua adat sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi yang berlaku.

"Nah, apalagi ketika, kemudian diminta untuk menjejakkan kaki di atas kepala kerbau itu. Dan itu beliau juga, 'Waduh ini lebih ramai lagi nanti ini'. Jadi beliau sama sekali tidak tahu prosesi itu, ya ikut saja, tanda penghargaan dari masyarakat Lampung dan itulah yang kemudian disebut sebagai satu simbol kesombongan oleh PDI, kader PDIP kan?" ucap Bestari.

Bestari menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai prosesi tersebut.

Namun ia menegaskan Jokowi hanya mengikuti tata cara adat yang telah ditentukan.

"Ya biarlah nanti masyarakat yang memberi penilaian, yang jelas Pak Jokowi tidak sedang, bukan sedang lagi main sinetron di situ, tapi sesuai dengan apa yang diarahkan para tetua adat setempat itu, gitu," kata dia.

Ia kembali menegaskan bahwa Jokowi tidak mengetahui sebelumnya akan ada prosesi menginjak kepala kerbau dan tidak menolak karena menghormati adat setempat.

"Ya belum tahu. Tidak menyangka juga seperti itu. Tapi beliau tidak menolak karena itu karena beliau menghormati ritual-ritual dari adat istiadat setempat itu. Jadi menjalani saja gitu," imbuhnya.

Sebelumnya, tokoh adat Lampung Pepadun Suttan Seghayo Dipuncak Nur, Mawardi Harirama, menjelaskan bahwa prosesi menginjak kepala kerbau merupakan bagian dari rangkaian adat Begawi Cakak Pepadun atau Munggah Bumi yang telah diwariskan secara turun-temurun.

Menurut Mawardi, ritual tersebut memiliki makna filosofis sebagai simbol menghilangkan sifat-sifat buruk dalam diri manusia dan tidak berkaitan dengan kepentingan politik.

"Menempatkan jari kaki di atas kepala kerbau untuk menghilangkan sifat-sifat binatang dalam diri, seperti sifat sombong, iri dengki, tamak, dan sifat buruk lainnya. Jadi tidak ada hubungan dengan politik," kata Mawardi, Senin (29/6/2026).* (d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Terjaring OTT KPK, Bupati Langkat Syah Afandin Dinonaktifkan dari Ketua DPW PAN Sumut
APDESU Desak KPK Evaluasi SPMB Batu Bara, Dugaan Gratifikasi dan Jual Beli Kursi Disorot
Usulan Gaji Kepala Daerah Naik dari 20 Persen PAD, Guru Besar Unpad: Korupsi yang Dilegalkan?
Krisis BBM Makin Parah, Rusia Mulai Impor Bensin dari India
OTT Bupati Langkat, KPK Amankan 7 Orang dan Sita Uang Diduga Fee Proyek
Kolonel Budi Utomo, Perwira Aktif TNI yang Terseret Dugaan Korupsi Proyek MBG
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru