Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA— Pengamat politik Center for Indonesian Reform (CIR), Subhan Akbar, menilai peluang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk maju sebagai calon presiden pada Pemilihan Presiden 2029 sangat tipis.
Menurut Subhan, meski dukungan politik dan pendanaan untuk Gibran dinilai cukup solid, persaingan menuju Pilpres 2029 diperkirakan akan lebih ketat.
Selain itu, persyaratan pencalonan dan proses verifikasi dokumen oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga diperkirakan menjadi sorotan publik.
Baca Juga:
Subhan mengatakan perhatian terhadap dokumen pencalonan akan semakin besar menyusul polemik mengenai keaslian dokumen Joko Widodo saat mendaftar sebagai calon presiden pada pemilu sebelumnya.
Menurut Subhan, proses verifikasi dokumen pencalonan pada Pilpres 2029 akan mendapat pengawasan lebih ketat dari masyarakat maupun lembaga pengawas pemilu.
Ia menilai kondisi tersebut dapat menyulitkan siapa pun yang hendak memanipulasi atau menggunakan dokumen pencalonan yang bermasalah.
"Publik dan lembaga pengawas pemilu pasti akan menyoroti proses verifikasi dokumen ini. Publik tidak ingin kejadian 10 tahun lalu dimana proses verifikasi berkas pencalonan Joko Widodo tidak diverifikasi sesuai aturan. Akibatnya sekarang menimbulkan polemik," ungkap Subhan dalam keterangannya, Minggu 23 Agustus.
Subhan menilai situasi tersebut dapat memengaruhi strategi kelompok pendukung Gibran dalam menentukan figur yang akan diusung pada Pilpres 2029.
Subhan mengatakan pihak yang selama ini menjadi pendukung Gibran berpotensi mempertimbangkan figur lain yang dinilai memiliki persoalan dokumen lebih kecil.
Jika kelompok pendukung tersebut masih ingin mempertahankan keterlibatan keluarga Joko Widodo dalam kontestasi Pilpres 2029, Subhan menyebut nama Kaesang Pangarep sebagai salah satu kemungkinan alternatif.
"Trah Jokowi tetap akan dipakai dalam kontestasi pilpres nanti. Tapi pilihannya bukan Gibran. Tim pendukung akan mencari cara yang lebih aman untuk tetap mengikuti kontestasi politik lima tahunan itu. Caranya mengganti Gibran dengan Kaesang sebagai salah satu kontestan," ujar Subhan.
Meski demikian, pernyataan tersebut merupakan analisis politik Subhan mengenai kemungkinan peta pencalonan pada Pilpres 2029.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.