BREAKING NEWS
Sabtu, 12 September 2026

"Jokowi Tidak Edan, tapi Nekat dan Belum Jenuh", Amien Rais Desak Prabowo Copot Kapolri dan Panglima TNI

Adelia Syafitri - Sabtu, 12 September 2026 15:29 WIB
"Jokowi Tidak Edan, tapi Nekat dan Belum Jenuh", Amien Rais Desak Prabowo Copot Kapolri dan Panglima TNI
Pendiri Partai Ummat Amien Rais. (Foto: Tangkapan Layar Amien Rais Official / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Pendiri Partai Ummat Amien Rais meminta Presiden Prabowo Subianto mencopot Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto. Menurut Amien, selama kedua pimpinan lembaga tersebut tidak diganti, pengaruh Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dinilainya masih kuat.

"Saya bisa simpulkan, bahwa Prabowo tidak berani mengganti Kapolri dan Panglima, selama itu pula Jokowi terus menggebu untuk terus berkuasa," kata Amien Rais dalam tayangan YouTube Amien Rais Official, dikutip Sabtu (12/9/2026).

Amien mempertanyakan alasan Prabowo yang menurutnya belum mengganti Kapolri dan Panglima TNI meski telah hampir dua tahun menjabat sebagai presiden.

Baca Juga:

"Pertanyaan besar dan mendasar saya adalah mengapa Presiden Prabowo yang sudah hampir dua tahun berkuasa, tidak berani mengganti Kapolri Sigit Listyo dan Panglima TNI Mas Agus Subiyanto," ujarnya.

Amien menilai kedua pimpinan lembaga tersebut memiliki kedekatan dan loyalitas kepada Jokowi.

"Dua tokoh kita ini menurut saya, saya bisa keliru, lahir batin hidup mati demi Jokowi," kata Amien.

Amien juga menanggapi berbagai anggapan mengenai kondisi Jokowi. Dia menilai Jokowi bukan gila, melainkan terlalu berani atau nekat dalam melakukan manuver politik.

"Apakah Jokowi edan? Jokowi tidak edan, tapi nekat. Dan kenekatannya belum sampai titik saturasi, titik jenuh. Belum," tuturnya.

Menurut Amien, manuver politik Jokowi ke depan berpotensi terus berkembang dan dapat memengaruhi dinamika politik Indonesia.

"Masih terus berpencak silat politik yang berbahaya bagi kelanjutan Indonesia," ujarnya.

Amien kemudian menyerukan apa yang disebutnya sebagai de-Jokowisasi. Dia menganggap langkah tersebut diperlukan untuk mengurangi pengaruh politik Jokowi dan memperkuat kehidupan demokrasi.

"Kita hidupkan demokrasi. Tetapi De-Jokowisasi harus kita jadikan agenda politik demi masa depan bangsa," katanya.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ketika Anak Presiden Ingin Jadi Presiden
Babak Baru Kasus Ijazah Jokowi: Roy Suryo Jalani Sidang Perdana di PN Jakut Pekan Depan
Terbentur Aturan Data Pribadi, UGM Tegaskan Hanya Jokowi Sendiri yang Bisa Tunjukkan Ijazah Aslinya ke Publik
Dari 300 Lebih Saksi yang Bakal Diperiksa, KPK Belum Pastikan Jokowi Termasuk Bakal Dihadirkan di Sidang Kuota Haji
KPK Bakal Hadirkan Lebih dari 300 Saksi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji, Jokowi Termasuk?
Roy Suryo Kembali Bikin Geger Klaim Temukan Kejanggalan di Skripsi hingga Tanda Tangan Jokowi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru