BREAKING NEWS
Selasa, 13 Oktober 2026

Mahfud MD Sebut Prabowo Menikmati Kegaduhan Polemik Gibran: Serangan Beralih ke Jokowi dan Gibran

Dharma - Senin, 12 Oktober 2026 22:32 WIB
Mahfud MD Sebut Prabowo Menikmati Kegaduhan Polemik Gibran: Serangan Beralih ke Jokowi dan Gibran
Presiden Prabowo Subianto diapit Wapres Gibran Rakabuming bersama Presiden ke-7 RI, Joko Widodo saat menyaksikan atraksi Jet Tempur TNI AU di Upacara HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026). (foto: Sekretariat Presiden/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Mahfud kemudian menjelaskan bahwa kritik terhadap Prabowo, menurut pengamatannya, mereda dalam beberapa waktu terakhir karena perhatian publik beralih kepada Jokowi dan Gibran.

"Karena apa? Dengan kegaduhan ini kritik-kritik kepada Pak Prabowo 2 minggu terakhir ini enggak ada. Semua serangan ke Pak Jokowi dan Gibran. Pak Prabowo diam, partai politik diam. Gibran dibiarkan sendiri. MBG hilang gitu."

"Ada berita apa pemidanahan Jampidsus juga enggak ada jadi berita. Padahal kemarin sidangnya luar biasa, saya mengikuti itu, enggak jadi berita apa-apa. Kritik terhadap Pak Prabowo enggak ada lagi, yang dihantam sekarang malah Pak Jokowi terus, dan (Gibran) dibiarkan sendiri. Sehingga saya melihat Pak Prabowo nampaknya menikmati juga, menghindarkan serangan ke dirinya," ungkap Mahfud.

Pernyataan tersebut merupakan penilaian Mahfud terhadap dinamika pemberitaan dan situasi politik.

Tidak berarti bahwa Prabowo secara resmi menyatakan memanfaatkan polemik tersebut untuk mengalihkan perhatian publik.

Meski menilai situasi tersebut dapat menguntungkan Prabowo secara politik, Mahfud mengatakan strategi seperti itu merupakan bagian dari dinamika politik.

Namun, ia mengingatkan bahwa setiap tindakan politik dapat menimbulkan konsekuensi di kemudian hari.

"Apa boleh begitu? Boleh, ini namanya politik, itu hak dia untuk melakukan itu. Tapi kalau terlalu lama itu akan balik lagi. Makanya saya katakan ketika kasus ini muncul, kan saya katakan dulu kalau kamu mau berbuat sesukamu lakukan tuh. Tapi suatu saat engkau akan menuai hasilnya," pungkas Mahfud.

Pernyataan itu menjadi pengingat bahwa keuntungan politik dalam jangka pendek belum tentu menghilangkan persoalan yang mendasarinya.

Pemerintah tetap menghadapi tuntutan untuk menjelaskan kebijakan, memperkuat akuntabilitas, dan merespons kritik masyarakat.

Polemik ini menguat setelah MK membacakan putusan perkara Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026 pada 6 Oktober 2026.

Perkara tersebut berkaitan dengan permohonan mengenai persyaratan pendidikan Gibran ketika mendaftar sebagai calon wakil presiden pada Pilpres 2024.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Mahfud MD Sarankan Gibran Mundur, Dinilai Lebih Terhormat daripada Pemakzulan
Mahfud MD Sebut Polemik Ijazah Gibran Bisa Berlanjut ke Jalur Hukum dan Pemakzulan
“Mana Saksinya?” Hakim Kesal saat Sidang Dugaan Korupsi Jasa Pemanduan Kapal KSOP Belawan
Juru Bicara PN Pati Disiram Botok, Mahkamah Agung Buka Suara
Polemik Pasal PKPU Gibran Memanas, Doli Kurnia dan Mantan Ketua KPU Hasyim Asy’ari Saling Sindir
Pengurukan Lahan Pantai 7 Hektare di Tegal untuk Tambak Disorot, Kades Akui Belum Tahu Perizinannya
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru