Golkar Desak Hak 9 WNI Korban Kekerasan Israel Dipenuhi
JAKARTA Partai Golkar mendorong pemerintah memastikan terpenuhinya hak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga mengalami keker
NASIONAL
JAKARTA – CEO Perplexity AI, Aravind Srinivas, mengimbau anak-anak muda agar tidak terjebak dalam kecanduan media sosial, terutama Instagram, yang dapat menghabiskan waktu tanpa memberi manfaat nyata.
Dalam wawancara terbaru dengan Tech Enthusiast, Matthew Berman, Srinivas menyoroti fenomena "doomscrolling" yang makin marak di kalangan pengguna muda.
Menurutnya, kebiasaan ini adalah pemborosan waktu yang dapat mengganggu produktivitas dan peluang di masa depan.
Srinivas menyatakan bahwa waktu luang seharusnya dimanfaatkan untuk kegiatan yang lebih bermanfaat, seperti mempelajari kecerdasan buatan (AI).
Dia menilai bahwa masa depan dunia kerja akan sangat bergantung pada teknologi AI, yang diprediksi akan menggeser banyak peran manusia di berbagai sektor.
"Kurangi doomscrolling di Instagram, mulai luangkan waktu untuk menggunakan AI," tegas Srinivas dalam wawancara tersebut.
Srinivas berharap agar anak-anak muda tidak hanya menjadi pengguna pasif AI, tetapi juga berperan aktif dalam industri tersebut, memahami cara kerja, serta memanfaatkan peluang yang ditawarkan oleh teknologi ini.
Dampak Terhadap Dunia Kerja: Tertinggal atau Menghadapi Risiko Kehilangan Pekerjaan
Dalam wawancaranya, Srinivas juga menegaskan bahwa mereka yang tidak dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi AI berisiko tertinggal di pasar kerja.
Ia menambahkan bahwa seseorang yang lebih memilih menghabiskan waktu untuk menggulir media sosial, alih-alih belajar tentang AI, dapat menghadapi tantangan besar di masa depan.
"Orang-orang yang berada di garis depan penggunaan AI akan jauh lebih mudah dipekerjakan dibandingkan mereka yang tidak. Itu sudah pasti akan terjadi," ungkapnya.
Srinivas juga menyoroti betapa cepatnya perubahan dalam dunia teknologi AI.
Dalam waktu singkat, arah dan bentuk AI dapat berubah drastis, dan mereka yang tidak dapat mengikuti perkembangan tersebut berisiko kehilangan pekerjaan mereka.
"Manusia tidak pernah secepat ini dalam beradaptasi dengan perubahan," tambahnya.
AI: Tantangan dan Peluang Baru untuk Dunia Kerja
Namun, meskipun AI berpotensi menggeser beberapa posisi di dunia kerja, Srinivas tidak melihatnya hanya sebagai ancaman.
Sebaliknya, dia melihat potensi besar di balik perkembangan teknologi ini untuk menciptakan peluang baru.
AI, menurut Srinivas, dapat digunakan sebagai alat untuk membangun lapangan kerja baru, terutama bagi para pengusaha kecil dan individu yang terancam kehilangan pekerjaan.
"AI bisa menjadi 'jembatan' untuk membangun peluang baru. Mereka yang kehilangan pekerjaan bisa membangun perusahaan mereka sendiri dan memanfaatkan AI, atau mereka belajar menggunakan AI dan berkontribusi di perusahaan baru," kata Srinivas.
Pernyataan Srinivas sejalan dengan pandangan Jensen Huang, CEO Nvidia, yang juga percaya bahwa AI akan mentransformasi banyak bidang pekerjaan, bukan menggantikan pekerja manusia.
Teknologi ini, menurut Huang, akan mengubah cara manusia bekerja, menciptakan berbagai peluang yang sebelumnya tidak terbayangkan.*
(km/a008)
JAKARTA Partai Golkar mendorong pemerintah memastikan terpenuhinya hak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang diduga mengalami keker
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menerjunkan tim inspektur ketenagalistrikan untuk menyelidiki penyebab ganggua
NASIONAL
JAKARTA Sembilan warga negara Indonesia (WNI) relawan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 akhirnya tiba di Tanah Air setelah semp
NASIONAL
MEDAN Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri menggerebek tempat hiburan malam New Zone di Kota Medan, Sumatera Utara, yang did
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah mencabut sebanyak 2.231 izin pengecer dan distributor pupuk subsidi bermasalah sebagai bagian dari langkah besar memb
EKONOMI
JAKARTA Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshal atau yang dikenal dengan nama Hercules, mengaku akan mendatangi rumah penulis Ahmad Bah
NASIONAL
JAKARTA Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditangkap militer Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotil
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto memberikan pengarahan langsung kepada 400 peserta angkatan pertama Program Presiden untuk Pemimpin
NASIONAL
ISLAMABAD Sedikitnya 24 orang tewas dan 70 lainnya mengalami lukaluka setelah sebuah kereta api yang membawa personel militer Pakistan
INTERNASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berbaur dengan masyarakat dal
PEMERINTAHAN