Tingkatkan Ketakwaan dengan Memaafkan, Pesan Prof. Maizuddin di Khutbah Jumat
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
BITVONLINE.COM -Falsafah Jawa "Urip iku urup" atau "Hidup itu harus nyala" menggambarkan semangat yang tak pernah padam dalam menjaga keberadaan budaya Jawa di tanah Sumatra.
Salah satu bentuk pelestarian budaya yang terus hidup di tengah masyarakat adalah kesenian kuda lumping, yang mampu merangkul berbagai kalangan, terutama anak muda.
Kehadiran kesenian kuda lumping di Sumatra tak lepas dari transmigrasi masyarakat Jawa ke tanah Sumatra pada tahun 1905.
Sejak saat itu, kegiatan tradisional seperti hajatan pernikahan, syukuran, dan khitanan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Jawa yang dibawa ke wilayah tersebut.
"Orang-orang Jawa mengenalkan budayanya lewat kuda lumping, waktu itu ada di Pringsewu," ujar Sutarto, pimpinan paguyuban Suko Cipto Manunggal.
Keunikan pertunjukan kuda lumping yang menggabungkan unsur mistik, tarian, dan musik menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat.
Rasa penasaran masyarakat mulai muncul ketika mereka menyaksikan keajaiban dalam setiap pertunjukan kuda lumping, yang kemudian berlanjut dengan keinginan untuk berpartisipasi.
"Karena ada unsur magic dan tarian-tarian yang belum pernah dilihat, orang-orang sekitar menjadi penasaran dan tertarik untuk menghadiri," ungkap Sutarto.
Pentingnya Kesenian Kuda Lumping bagi Generasi Muda
Saat ini, kesenian kuda lumping di Sumatra telah berkembang pesat dengan berdirinya ratusan cabang paguyuban di berbagai daerah.
Tokoh-tokoh seperti Kabareskrim Agus, Dr. Nurdiono, S.E. Akt., M.M (anggota DPD Provinsi Lampung), dan Drs. H. Herman Hasanusi, M.M (majelis pembina organisasi) berperan aktif dalam mendukung perkembangan kesenian ini melalui Paguyuban Puja Kesuma.
Kesenian kuda lumping menjadi solusi positif bagi generasi muda yang cenderung mencari kegiatan yang menyimpang.
Sutarto menjelaskan, kegiatan ini tak hanya memperkenalkan budaya Jawa, tetapi juga menjadi wadah untuk membentuk karakter anak muda.
"Dulu ada seorang remaja berinisial L, dia kecanduan miras sampai tidak bisa berhenti, tapi setelah ia berbaur dengan kami, ya kebiasaannya berubah karena dibimbing," ujar Sutarto, yang percaya bahwa kesenian ini dapat memberikan dampak positif dalam membentuk kepribadian dan kedisiplinan.
Sutarto juga menekankan pentingnya dukungan orang tua bagi anak muda untuk terlibat dalam kegiatan budaya.
Selain memberikan kesempatan untuk belajar musik, tari, dan penggunaan alat tradisional, kesenian kuda lumping juga membentuk persaudaraan di masyarakat.
"Melalui kesenian ini, anak muda dapat menyalurkan sebagian waktu untuk belajar mengenai penggunaan alat-alat, musik, dan tarian tradisional. Kegiatan ini juga membentuk tali persaudaraan dan menambah keanekaragaman budaya di Lampung," kata Sutarto.
Dengan adanya kesenian kuda lumping yang terus berkembang, diharapkan semangat pelestarian budaya Jawa dapat terus hidup, merangkul lebih banyak generasi muda, serta menguatkan kebersamaan dalam keberagaman.*
(ks/a008)
BANDA ACEH Memaafkan kesalahan orang lain tidak hanya menjadi kunci dalam menjaga hubungan sosial yang harmonis, tetapi juga menjadi ind
AGAMA
JAKARTA Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengungkapkan alasan di balik serangkaian pertemuannya dengan seju
POLITIK
JAKARTA Iran mengklaim berhasil menembak jatuh jet tempur F35 milik Amerika Serikat (AS) di wilayah tengah negara tersebut pada Jumat,
INTERNASIONAL
JAKARTA Indonesia semakin memperkuat posisinya dalam diplomasi energi global melalui kerja sama strategis dengan Korea Selatan, khususny
EKONOMI
BATAM Kepala Imigrasi Kota Batam, Hajar Aswad, dicopot dari jabatannya setelah terjerat dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang m
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa hubungan industrial di Indonesia harus naik kelas agar pekerja ti
EKONOMI
JAKARTA Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Indonesia atas kesediaannya un
INTERNASIONAL
BANTUL Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Wates, Bantul, tepatnya di Argorejo, Sedayu, pada Jumat (3/4/2026). Sebuah mobil Toyota Ava
PERISTIWA
TANJUNG JABUNG TIMUR Proyek pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, kini telah
PENDIDIKAN
JAKARTA Pemerintah terus menggenjot percepatan distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus
PEMERINTAHAN