Roy Suryo Klaim Ijazah Jokowi 99,9% Palsu, Pengacara Jokowi: Itu Cuma Tuduhan Tanpa Bukti
JAKARTA Pengacara Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara, menegaskan ijazah kliennya asli. Rivai menyebut Universitas G
POLITIK
SEMARANG – Di tengah geliat modernisasi dan dominasi dapur serba listrik dan gas, ada satu sudut di Dusun Bojong, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, yang seolah membekukan waktu.
Warung sederhana milik Bude Sri dan putranya, Tama, masih setia menggunakan kayu bakar sebagai media memasak, menghadirkan cita rasa otentik dan suasana nostalgia yang begitu kental.
Berlokasi di pinggir jalan desa, warung Bude Sri tak hanya menjual makanan, tapi juga menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal.
Setiap pagi, aroma kayu terbakar berpadu dengan harum bumbu dapur menyambut pelanggan.
Menu yang ditawarkan pun khas: lontong, gendar pecel, bubur konco, jangan tumpang, dan tentu saja aneka gorengan seperti tempe mendoan, tahu susur, tempe gembus, dan bakwan.
Semuanya dijual dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp 2.000 untuk tiga gorengan.
"Masak pakai kayu itu rasanya beda, lebih sedep dan wangi. Pelanggan banyak yang suka karena rasanya seperti masakan simbah dulu," tutur Tama sambil merapikan loyang gorengan.
Tak hanya makanan, Bude Sri juga menyediakan minuman hangat seperti teh dan kopi.
Menariknya, air putih diberikan secara cuma-cuma bagi pelanggan.
Ini menjadi bukti bahwa warung ini bukan semata tempat mencari untung, tetapi juga tempat berbagi rasa dan perhatian.
Pak Mardi Amardi, warga yang sempat mampir dan berbincang dengan Bude Sri, menyebut warung ini sebagai "oase di tengah hiruk-pikuk zaman."
"Warung ini seperti membawa kita kembali ke masa kecil. Semuanya serba sederhana, alami, dan penuh rasa kekeluargaan," ujarnya.
Lebih dari sekadar tempat makan, warung Bude Sri telah menjadi simbol pelestarian budaya Jawa.
Dengan mempertahankan cara memasak tradisional dan suasana khas pedesaan, Bude Sri dan Tama menghadirkan sebuah pengalaman kuliner yang tak hanya menggugah selera, tapi juga menyentuh hati.
Bagi Anda yang sedang berada di wilayah Salatiga atau Kabupaten Semarang, jangan lewatkan kesempatan untuk mampir ke warung ini.
Nikmati kelezatan makanan tradisional sambil merasakan kembali hangatnya suasana desa dan nilai-nilai leluhur yang terus dijaga.*
JAKARTA Pengacara Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi), Rivai Kusumanegara, menegaskan ijazah kliennya asli. Rivai menyebut Universitas G
POLITIK
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama Kementerian Haji dan Umrah RI akan mempercepat penelusuran sekitar 160 calon jemaah haji yang
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendukung pelaksanaan Pesta Sinodal Paroki Padre Pio Helvetia yang dijadwalkan berlangsung
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menjelaskan alasan Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengajukan pencabutan Peraturan Daerah (Pe
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi dan mendukung penyelenggaraan turnamen mini soccer Medan Lawyer FC Cup III Ta
OLAHRAGA
KARO Hasil pemeriksaan laboratorium atas sampel makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan ratusan siswa di Karo keracunan
KESEHATAN
DELI SERDANG Akses lalu lintas warga di Dusun II, Desa Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) lump
PERISTIWA
BANDA ACEH Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) resmi menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol Ruddi Setiawan mengajak seluruh pihak memperkuat sinergi dalam memberantas jaringan peredaran gelap nark
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH UTARA Senyum bahagia terpancar dari wajah Katratunida, seorang guru ngaji di Desa Saweuk, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara
NASIONAL