Data Dukcapil Bongkar Fakta Unik: 190 Orang Bernama Uzumaki, Cancer Jadi Zodiak Terbanyak
JAKARTA Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengungkap sejumlah fakta unik dari da
NASIONAL
DENPASAR – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menegaskan pentingnya menjaga akar budaya dan adat istiadat di tengah derasnya arus modernisasi.
Hal tersebut ia sampaikan dalam sambramawacana saat menghadiri Upacara Manusa Yadnya Mapetik, Menek Kelih, dan Metatah Massal di Banjar Tunjung Sari, Peguyangan Kangin, Denpasar Utara, Kamis (4/9/2025).
"Krama Bali boleh maju mengikuti perkembangan zaman, tetapi jangan sampai tercerabut dari akar adat dan budaya kita sendiri," ujar Giri Prasta.
Sebagai Guru Wisesa, ia menyampaikan rasa terima kasih dan kebanggaannya kepada Krama Banjar Tunjung Sari atas semangat kolektif mereka dalam nangun yadnya, sebuah bentuk pengabdian melalui pelaksanaan upacara keagamaan Hindu yang rutin dan sakral.
Mantan Bupati Badung dua periode itu menyatakan bahwa pelaksanaan upacara keagamaan seperti mecaru, pawiwahan, ngotonin, mesangih, Galungan, Nyepi, hingga Kuningan, membutuhkan tenaga, waktu, dan biaya besar dari masyarakat.
Untuk itu, Giri menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam meringankan beban umat.
"Itu sudah saya terapkan sejak menjadi Bupati Badung. Saya bangga karena Wali Kota Denpasar juga menerapkan kebijakan serupa," tuturnya.
Sebagai bentuk konkret dukungan, Giri Prasta menyerahkan punia sebesar Rp50 juta kepada panitia karya serta bantuan Rp5 juta untuk Sekaa Gong Banjar Tunjung Sari.
Dalam kesempatan itu, Giri Prasta juga menjelaskan makna filosofis dari masing-masing tahapan Manusa Yadnya.
Misalnya, mapetik yang kerap dianggap sekadar pemotongan rambut balita, sesungguhnya merupakan penanda transformasi seorang anak menjadi manusia seutuhnya.
Terkait upacara metatah, ia mengingatkan pentingnya atur piuning di merajan serta menyiapkan klungah dan banten peras sebagai pijakan peserta, agar upacara masuk dalam kategori utamaning utama.
Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat Hindu yang kerap menjawab makna tradisi dengan ungkapan "nak mule keto" (memang dari dulu begitu).
Menurutnya, pendekatan seperti ini harus mulai ditinggalkan dan diganti dengan pemahaman mendalam melalui konsep Tri Samaya: atita (masa lalu), wartamana (masa kini), dan nagata (masa depan).
"Yang baik dari masa lalu tetap dijalankan, yang tidak baik ditinggalkan. Hari ini kita laksanakan dengan penuh kesadaran, agar ke depan agama dan budaya kita tetap ajeg," tandasnya.
Ketua Panitia Karya, Wayan Dana, mengapresiasi kehadiran dan dukungan Wakil Gubernur.
Ia menyebutkan, pelaksanaan Manusa Yadnya kali ini mencakup tiga tahapan: Mapetik (42 peserta), Menek Kelih (61 peserta), dan Metatah (104 peserta).
"Terima kasih atas punia dan dukungan beliau. Ini sangat meringankan beban krama dalam menjalankan yadnya," ujar Wayan.
JAKARTA Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri mengungkap sejumlah fakta unik dari da
NASIONAL
KARO Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, kembali mengalami peningkatan. Meski status gunung api terseb
PERISTIWA
MEDAN Kepolisian masih menyelidiki penyebab meninggalnya seorang perempuan berinisial L (35), mantan istri anggota Polri berinisial Brig
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mengapresiasi komitmen Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kh
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menegaskan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara siap menjalankan arahan Menteri Dalam Negeri
PEMERINTAHAN
MEDAN Sebuah video yang memperlihatkan kondisi bangunan Sekolah Dasar (SD) Negeri di Dusun Padang Nabidang, Desa Pematang, Kabupaten Lab
PENDIDIKAN
MAKASSAR Wakil Presiden ke10 dan ke12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla (JK), mengingatkan para kepala daerah agar tidak hanya bergantun
NASIONAL
BINJAI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Binjai menyalurkan bantuan berupa donasi uang tunai d
NASIONAL
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara, dituntut h
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH TAMIANG Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR Sumatera) akan mengawal usulan perc
NASIONAL