BREAKING NEWS
Kamis, 11 Juni 2026

Dua Kubu Keraton Solo Bersitegang, Kirab Pusaka Malam 1 Suro Masih Tanpa Titik Temu

gusWedha - Rabu, 10 Juni 2026 22:56 WIB
Dua Kubu Keraton Solo Bersitegang, Kirab Pusaka Malam 1 Suro Masih Tanpa Titik Temu
Rapat koordinasi dan persiapan pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro yang melibatkan perwakilan dua kubu Keraton Kasunanan Surakarta, Pemerintah Kota Solo, serta pemangku kepentingan terkait di Solo, Jawa Tengah. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SOLO – Rencana pelaksanaan Kirab Pusaka Malam 1 Suro di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat belum menemui titik terang.

Dua kubu yang sama-sama mengklaim memiliki kewenangan pelaksanaan kirab, yakni kubu PB XIV Hangabehi Purbaya dan kubu KGPH Panembahan Agung Tedjowulan, masih menunggu kesepakatan akhir terkait teknis kegiatan.

Kedua pihak berencana menggelar kirab pada Selasa malam, 16 Juni 2026, bertepatan dengan pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Baca Juga:

Dari kubu PB XIV Purbaya, Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, GKR Panembahan Timoer Rumbay, menegaskan bahwa seluruh kegiatan di lingkungan keraton harus berlandaskan dhawuh dalem atau keputusan raja.

"Sejak awal kami sudah menegaskan bahwa kegiatan di Keraton Surakarta didasarkan pada dhawuh dalem," kata Timoer di Keraton Solo, Selasa (9/6/2026).

Meski demikian, ia tidak menolak adanya rencana kirab dari pihak lain.

Namun ia mengingatkan bahwa sejumlah elemen utama kirab tidak dapat dipisahkan, mulai dari rute hingga simbol kebo bule yang selama ini menjadi bagian penting prosesi.

"Rutenya sama, lokasi keluarnya pusaka sama, bahkan kebo bulenya juga sama. Karena itu sangat mungkin kedua rombongan bertemu di titik tertentu," ujarnya.

Ia menekankan pentingnya semua pihak menahan diri agar tidak terjadi gesekan dalam pelaksanaan tradisi yang bersifat sakral tersebut.

Sementara itu, kubu KGPH Panembahan Agung Tedjowulan juga memastikan akan tetap menggelar kirab pada waktu yang sama.

Juru bicara Tedjowulan, Kanjeng Pakoenegoro, mengatakan kirab merupakan bagian dari tradisi yang harus dijaga bersama.

"Kirab dilaksanakan Selasa malam 16 Juni. Waktu pelaksanaannya masih menyesuaikan situasi," katanya.

Ia mengakui adanya potensi gesekan jika dua kelompok menggelar kegiatan di waktu dan lokasi yang sama. Karena itu, ia berharap semua pihak mengedepankan kebersamaan.

Menurutnya, kirab bukan milik satu kelompok, melainkan hajat budaya Keraton Surakarta yang harus dijaga bersama.

Di sisi lain, KGPH Suryo Wicaksono atau Gusti Ninok menyebut keputusan teknis pelaksanaan kirab masih menunggu hasil koordinasi lanjutan dengan Pemerintah Kota Solo, Kementerian Kebudayaan, dan pihak keraton.

Rapat lanjutan dijadwalkan digelar pada 13–14 Juni 2026 untuk mencari titik temu terkait pelaksanaan kirab agar tetap berjalan aman dan khidmat.

Hasil pertemuan itu diharapkan menjadi dasar kesepakatan bersama demi menjaga keamanan sekaligus kelestarian tradisi Malam 1 Suro di Keraton Surakarta.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Lawan Kecanduan Gadget, Unmuha Gelar Festival Permainan Tradisional dan Kesehatan Mental di Banda Aceh
Labusel Siapkan Pameran UMKM hingga Kegiatan Budaya untuk Hari Jadi ke-18, Bupati Fery: Harus Jadi Milik Seluruh Masyarakat
Habonaron: Jejak Sistem Kepercayaan Asli Simalungun Sebelum Islam dan Kristen Masuk
Banda Aceh dan Sabang Jadi Magnet Wisatawan Saat Libur Panjang: Murah, Aman, dan Bersih
Hari Tri Suci Waisak 2026, Rico Waas Ajak Warga Medan Perkuat Toleransi dan Sebarkan Cahaya Kebaikan
Lagu “Mas Bahlil Ganteng” Viral, Jokowi: Semangat dan Kreativitas Patut Diapresiasi
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru