Sebut Indonesia Mitra Kunci Asia-Pasifik, Putin Jamu Makan Siang Presiden Prabowo di Vladivostok
VLADIVOSTOK Presiden Prabowo Subianto menghadiri jamuan makan siang bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/
INTERNASIONAL
Serdang Bedagai, Syahril Akmal atau yang karib disapa Boy, warga Jalan Belidaan, Desa Simpang Ampat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai ini punya kisah pilu.
Sudah lima tahun belakangan ini, Boy tinggal di rumah yang nyaris roboh dan selalu kebanjiran.
Saat ditemui, Boy yang sehari-hari bekerja serabutan ini mengatakan rumah yang dalam kondisi nyaris roboh itu sempat akan dibongkar. Tapi karena terkendala surat tanah, rencana perbaikan akhirnya ditunda.
“Karena surat tanah sama adik ku, dia yang pegang, jadi kemarin tidak jadi diperbaiki. Itu dari desa (rencana bantuannya), kalau dari kabupaten belum ada tawaran bantuan,” kata Boy, memulai cerita, Jumat (23/9/2022).
Dari amatan awak media, rumah yang dihuni Boy dan istrinya Sriyani ini kondisinya sudah miring. Tiang tiang penyangga terlihat lapuk.
Begitu juga dengan dinding yang terbuat dari papan dan pelepah nipah telah ringsek dan usang dimakan waktu.
Sementara dari dalam rumah menyembul sinar matahari karena seng rumah yang sudah bolong dan tak utuh lagi. Lantai rumah pun langsung tanah, yang hanya dilapisi papan saja.
“Kalau atap bolong dan rumah mau ambruk gini sudah ada lah lima tahun kondisinya begini. Ya makin hari makin parah,” kata Boy. Dahulunya, rumah itu adalah milik orang tuanya. Sejak tahun 1950, Boy dan orang tuanya yang bekerja sebagai guru tinggal di sana.
Sejak menikah dan dikaruniai empat anak, dia menggantikan orangtuanya yang telah tiada. Boy sendiri setiap hari bekerja serabutan. Masalah ekonomi membuatnya harus rela hidup serba apa adanya.
“Kalau kerja ya serabutan, ada bangunan, ya kerja itu, kalau menggali, ya mengali, yang penting kerja. Mau beneri rumah uang tidak ada, pas pasan buat hidup,” ujar Boy. Dikala hujan datang, Boy dan keluarga pun resah.
Atap yang bolong membuat air tertumpah ke seisi rumah. Dia pun hanya bisa berteduh di ruang depan. Itu kalau hujan cepat reda, jika tidak, maka tak jarang rumah turut kebanjiran. Apalagi jika hujan disertai angin kencang, maka dia dan keluarga buru buru ke luar rumah.
“Kalau hujan ya pasti bocor, palingĀ kami pindah ke depan duduk, tapi kalau malam ini hujan kita was was jadi harus bangun pindah. Apalagi kalau ada angin kencang ya kita ke luar rumah takut ambruk nanti bisa ketimpa,” tuturnya.
Boy pun berharap agar pemerintah setempat dapat memperhatikan keberadaan meraka dan membantu perbaikan rumahnya.
“Kalau harapannya bisa ada dapat bantuan dari pemerintah. Minimal atap bisa diperbaiki agar kalain hujan tidak was was lagi dan bisa tidur tenang,” tutupnya. (Lbs)
VLADIVOSTOK Presiden Prabowo Subianto menghadiri jamuan makan siang bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/
INTERNASIONAL
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah tiba di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menjala
HUKUM DAN KRIMINAL
VLADIVOSTOK Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto yang memenuhi undangannya untuk me
INTERNASIONAL
JAKARTA Pengamat politik Rocky Gerung menyatakan tidak setuju dengan penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi. Pandangan tersebut berbed
POLITIK
VIENTIANE Timnas Indonesia U20 akan menghadapi Laos U20 pada laga kedua Grup H Kualifikasi Piala Asia U20 2027, Kamis (3/9/2026) malam.
OLAHRAGA
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah meninggalkan Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi
HUKUM DAN KRIMINAL
KARO Personel Satuan Brimob Polda Sumatera Utara dikerahkan untuk membersihkan abu vulkanik sisa erupsi Gunung Sinabung yang menumpuk di s
PERISTIWA
MEDAN Komisi XIII DPR RI terus mematangkan penyusunan Rancangan UndangUndang (RUU) Profesi Kurator dan Pengurus. Pembahasan dilakukan unt
NASIONAL
SORONG Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan ketahanan pangan nasional tidak hanya berkaitan dengan kete
EKONOMI
MEDAN Sejumlah wilayah di Kota Medan terdampak pemadaman listrik sementara pada Kamis (3/9/2026). Pemadaman dilakukan PLN untuk pemelihara
NASIONAL