Penunjukan ini menempatkan Nanik di pucuk pimpinan lembaga strategis yang mengelola program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
BGN merupakan lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas distribusi program gizi nasional dengan cakupan penerima manfaat yang luas, mulai dari pelajar, ibu hamil, hingga kelompok rentan di berbagai daerah Indonesia.
Program ini juga menjadi salah satu pos anggaran besar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Dari Jurnalis ke Lingkaran Politik
Nanik S. Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968.
Ia memulai karier sebagai wartawan Tabloid Bangkit sebelum kemudian terlibat dalam berbagai aktivitas sosial dan politik nasional.
Pengalaman di dunia jurnalistik membentuk kemampuan komunikasi serta jejaring yang luas.
Dalam perjalanan kariernya, Nanik dikenal memiliki kedekatan dengan Presiden Prabowo Subianto dan aktif dalam tim pendukungnya pada Pemilihan Presiden 2019.
Karier di Pemerintahan dan BUMN
Setelah Prabowo memenangkan Pemilihan Presiden 2024, Nanik mulai menempati sejumlah posisi strategis di pemerintahan.
Ia diangkat sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan periode 2024–2029, yang berfokus pada program pengentasan kemiskinan dan kesejahteraan sosial.
Pada Juni 2025, ia kemudian dipercaya menjadi Komisaris Independen PT Pertamina (Persero), memperluas pengalaman dalam tata kelola korporasi milik negara.
Tak lama berselang, pada September 2025, Nanik ditunjuk sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional.
Jabatan tersebut ia emban sambil terlibat dalam persiapan implementasi Program Makan Bergizi Gratis.
Kariernya kemudian mencapai puncak pada 2 Juni 2026 saat Presiden Prabowo menunjuknya sebagai Kepala BGN.
Sebagai Kepala BGN, Nanik akan memimpin pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis yang menjadi salah satu program prioritas nasional.
Selain memastikan distribusi makanan bergizi tepat sasaran, BGN juga bertanggung jawab terhadap pengawasan kualitas makanan, efektivitas pelaksanaan program, serta tata kelola anggaran.
Pernah Terseret Polemik
Nama Nanik sebelumnya juga sempat menjadi sorotan publik dalam kasus hoaks Ratna Sarumpaet pada 2018.
Saat itu, ia disebut ikut menyampaikan informasi terkait dugaan penganiayaan yang belakangan terbukti tidak benar setelah Ratna mengakui bahwa luka tersebut merupakan hasil operasi plastik.
Meski pernah terseret dalam polemik tersebut, Nanik tetap melanjutkan karier politik dan pemerintahannya hingga kini dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional.*
(vo/ad)
Editor
: Nurul
Jejak Karier Nanik S. Deyang: Dari Jurnalis, Terseret Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet, hingga Jadi Kepala BGN