Ayat tersebut menyebutkan bahwa apa pun yang diinfakkan seorang hamba, Allah Maha Mengetahui balasan bagi setiap kebaikan.
Penegasan itu diiringi sejumlah riwayat yang menunjukkan kedudukan sedekah sebagai amalan istimewa.
Umar bin Khattab RA pernah mengatakan bahwa di antara berbagai amal saleh, sedekah menyebut dirinya sebagai yang paling utama.
Dalam buku Mukjizat Sedekah Lipat Ganda Sampai 700 Kali karya Aleeya S. Al Fathunnisa, dijelaskan bahwa sedekah memiliki kedudukan khusus karena berkaitan dengan harta, salah satu ujian terbesar manusia.
Harta yang dikeluarkan untuk kebaikan menunjukkan ketulusan dan kesiapan seorang hamba untuk melepaskan apa yang ia cintai di jalan Allah.
Sementara itu, menurut buku Pencegahan Fraud dan Manajemen Risiko dalam Perspektif Al-Qur'an susunan Eko Sudarmanto, keluarga menjadi pihak pertama yang paling berhak menerima sedekah.
Setelah kebutuhan keluarga terpenuhi, barulah seseorang dapat menyalurkan sedekah kepada fakir miskin, anak yatim, dan kelompok lainnya.
Pendapat itu sejalan dengan keterangan Imam Baghawi yang menyebut bahwa sedekah kepada keluarga lebih utama karena berkaitan dengan tanggung jawab nafkah, seperti kepada istri, anak, dan orang tua.
Hal tersebut juga ditegaskan dalam sebuah hadis.
Ketika ditanya sedekah mana yang paling utama, Rasulullah SAW menjawab, "Sedekah orang yang sedikit harta. Utamakanlah orang yang menjadi tanggung jawabmu." (HR Ahmad dan Abu Dawud)
Selain itu, sedekah kepada kerabat dinilai memiliki dua keutamaan sekaligus: sedekah dan menjaga silaturahmi.
Nabi Muhammad SAW bersabda, "Sedekah kepada orang miskin nilainya satu, sedangkan sedekah kepada kerabat nilainya dua: sedekah dan silaturahmi." (HR Nasa'i)
Surah Al-Baqarah ayat 215 turut mempertegas urutan prioritas penerima sedekah, yakni orang tua, kerabat, anak yatim, orang miskin, dan musafir.
Imam Nawawi menjelaskan bahwa skala prioritas juga mempertimbangkan kondisi ekonomi penerima. Karena itu, keluarga yang miskin lebih utama dibantu daripada orang lain.
Dengan demikian, ajaran Islam menempatkan keluarga sebagai penerima sedekah yang paling utama, sebelum seseorang menyalurkan hartanya kepada kelompok lain yang membutuhkan.
Wallahu a'lam.*
(d/ad)
Editor
: Abyadi Siregar
Bukan Fakir Miskin! Inilah Orang Pertama yang Harus Anda Sedekahi