BREAKING NEWS
Sabtu, 18 Juli 2026

Sholat Istikharah: Niat, Doa, Tata Cara dan Waktu Terbaik Memohon Petunjuk Allah SWT

Adelia Syafitri - Sabtu, 18 Juli 2026 08:37 WIB
Sholat Istikharah: Niat, Doa, Tata Cara dan Waktu Terbaik Memohon Petunjuk Allah SWT
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Sholat istikharah menjadi salah satu amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam ketika menghadapi sebuah pilihan atau merasa ragu dalam menentukan keputusan.

Melalui sholat dua rakaat ini, seorang muslim memohon kepada Allah SWT agar diberikan pilihan terbaik sesuai dengan ilmu dan kehendak-Nya.

Secara bahasa, kata istikharah berasal dari bahasa Arab yang berarti meminta kebaikan terhadap sesuatu.

Baca Juga:

Artinya, seseorang yang melakukan sholat istikharah menyerahkan pilihan terbaik kepada Allah SWT, karena manusia memiliki keterbatasan dalam mengetahui apa yang baik dan buruk bagi dirinya.

Anjuran mengenai sholat istikharah merujuk pada hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

"Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah sholat dua rakaat selain sholat fardhu kemudian berdoalah." (HR Bukhari)

Sholat istikharah dapat dilakukan ketika seseorang memiliki suatu urusan penting, seperti memilih pekerjaan, pasangan hidup, perjalanan, usaha, maupun keputusan lain yang membutuhkan pertimbangan.

Bacaan Niat Sholat Istikharah

Berikut bacaan niat sholat istikharah:

أصلى سنة الإستخارة ركعتين لله تعالى
Ushollii sunnatal istikharati rak'ataini mustaqbilal qiblati adaa-an lillaahi ta'aala.

Artinya:
"Saya niat sholat istikharah dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta'ala."

Doa Setelah Sholat Istikharah

Setelah melaksanakan sholat istikharah, umat Islam dianjurkan membaca doa untuk memohon petunjuk dan kemudahan dari Allah SWT.

Doa istikharah berisi permohonan agar Allah memberikan pilihan terbaik apabila suatu perkara membawa kebaikan bagi agama, kehidupan, dan masa depan seseorang.

Sebaliknya, jika perkara tersebut membawa keburukan, seorang muslim memohon agar Allah menjauhkan perkara itu dan memberikan pilihan yang lebih baik.

Dalam doa tersebut, seorang hamba mengakui bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, sedangkan manusia memiliki keterbatasan dalam memahami apa yang akan terjadi.

Dilansir dari buku Panduan Shalat Malam Praktis dan Lengkap karya M Amrin Rauf, berikut doa sholat istikharah:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْتَخِيْرُكَ بِعِلْمِكَ، وَأَسْتَقْدِرُكَ بِقُدْرَتِكَ، وَأَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ الْعَظِيْمِ، فَإِنَّكَ تَقْدِرُ وَلاَ أَقْدِرُ، وَتَعْلَمُ وَلاَ أَعْلَمُ، وَأَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوْبِ. اَللَّهُمَّ إِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ -وَيُسَمَّى حَاجَتَهُ- خَيْرٌ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاقْدُرْهُ لِيْ وَيَسِّرْهُ لِيْ ثُمَّ بَارِكْ لِيْ فِيْهِ، وَإِنْ كُنْتَ تَعْلَمُ أَنَّ هَذَا اْلأَمْرَ شَرٌّ لِيْ فِيْ دِيْنِيْ وَمَعَاشِيْ وَعَاقِبَةِ أَمْرِيْ فَاصْرِفْهُ عَنِّيْ وَاصْرِفْنِيْ عَنْهُ وَاقْدُرْ لِيَ الْخَيْرَ حَيْثُ كَانَ ثُمَّ أَرْضِنِيْ بِهِ

Allahumma inni astakhiruka bi ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlikal adzim, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa talamu wa laa alamu, wa anta allaamul ghuyub. Allahumma inkunta talamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoirun lii fii diinii wa maasyi wa aqibati amrii faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi. Wa in kunta talamu anna hadzal amro syarrun lii fii fiinii wa maasyi wa aqibati amrii fasrifhu anni wasrifni anhu waqdur liyalkhoiro haytsu kaana tsumma ardinii bih

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya aku meminta pilihan yang tepat kepada-Mu dengan ilmu pengetahuan-Mu dan aku mohon kekuasaan-Mu (untuk mengatasi persoalanku) dengan kemahakuasaan-Mu. Aku mohon sesuatu kepada-Mu dari anugerah-Mu Yang Maha Agung. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa, sedang aku tidak kuasa; Engkau mengetahui, sedang aku tidak mengetahuinya; dan Engkau adalah Maha Mengetahui hal yang gaib. Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (sebut di sini keperluan Anda) lebih baik dalam agamaku dan akibatnya terhadap diriku (di dunia atau akhirat), sukseskanlah untukku, mudah- kan jalannya, kemudian berilah berkah. Akan tetapi, apabila Engkau mengetahui bahwa persoalan ini lebih berbahaya bagiku dalam agama, perekonomian, dan akibatnya kepada diriku maka singkirkan persoalan tersebut, dan jauhkan aku darinya, takdirkan kebaikan untukku di mana saja kebaikan itu berada, kemudian berilah kerelaan-Mu kepadaku."


Tata Cara Sholat Istikharah

Sholat istikharah dilakukan sebanyak dua rakaat dengan tata cara sebagai berikut:

- Membaca niat sholat istikharah.
- Melakukan takbiratul ihram.
- Membaca doa iftitah dan surah Al Fatihah.
- Membaca surah pendek, dianjurkan membaca Surah Al Kafirun pada rakaat pertama.
- Melakukan rukuk.
- Iktidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Berdiri untuk melanjutkan rakaat kedua.
- Membaca Surah Al Fatihah dan surah pendek, dianjurkan Surah Al Ikhlas.
- Rukuk.
- Iktidal.
- Sujud pertama.
- Duduk di antara dua sujud.
- Sujud kedua.
- Membaca tahiyat akhir.
- Mengucapkan salam.


Waktu Terbaik Melaksanakan Sholat Istikharah

Sholat istikharah sebenarnya dapat dilakukan kapan saja selama bukan pada waktu yang dilarang untuk sholat.

Namun, waktu yang dianggap lebih utama adalah sepertiga malam terakhir.

Pada waktu tersebut suasana lebih tenang sehingga seorang muslim dapat lebih khusyuk dalam berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Sepertiga malam terakhir juga dikenal sebagai salah satu waktu yang baik untuk bermunajat dan memohon pertolongan kepada Allah.

Apakah Jawaban Sholat Istikharah Harus Melalui Mimpi?

Banyak masyarakat menganggap jawaban sholat istikharah selalu datang melalui mimpi.

Namun, para ulama menjelaskan bahwa petunjuk dari Allah tidak selalu berbentuk mimpi.

KH Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya menjelaskan bahwa setelah melakukan istikharah, seorang muslim hendaknya menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT tanpa terus berharap pada tanda tertentu.

"Selagi Anda sudah melakukan istikharah, Anda lepas. Kalau memang itu milik Anda akan sampai kepada Anda," ujar Buya Yahya.

Menurutnya, tanda dari hasil istikharah dapat terlihat melalui kemudahan atau kesulitan dalam proses yang dijalani.

"Kalau ternyata proses digampangkan berarti itulah pilihan Allah SWT. Mimpi tidak harus (selalu)," tambahnya.

Dengan demikian, seorang muslim dianjurkan tetap berusaha, berpikir secara matang, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah SWT.

Sholat istikharah mengajarkan bahwa manusia tidak selalu mengetahui apa yang terbaik untuk dirinya.

Karena itu, meminta petunjuk kepada Allah menjadi bentuk ikhtiar agar setiap keputusan yang diambil mendapatkan keberkahan.* (d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Menonton Sepak Bola Bisa Menjadi Haram? Ini Penjelasan Ustaz Hermansyah
Prof Agussabti: Hadirkan Allah dalam Setiap Langkah, Kunci Meraih Keberuntungan Dunia dan Akhirat
Jangan Jadi Orang Zalim, Ini Dua Penyesalan Besar yang Diingatkan dalam Surah Al-Furqan
Benarkah Kiamat Terjadi pada Hari Jumat? Ini Penjelasan Hadits Rasulullah dan Al-Qur’an
Bulan Safar Disebut Pembawa Sial? Ini Pandangan Islam dan Sejarah Peristiwa Penting di Dalamnya
Siapa Sosok "Pemimpin Pengkhianat" yang Disinggung Prabowo?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru