Ketum KSPSI Jumhur Hidayat Dikabarkan Masuk Kabinet Merah Putih, Simak Profil dan Rekam Jejaknya!
JAKARTA Kabar perombakan kabinet pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali menguat.Sejumlah nama disebut akan dilan
NASIONAL
JAKARTA — Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan perkembangan terbaru harga kebutuhan pokok di tingkat konsumen.
Berdasarkan data Panel Harga Bapanas per Sabtu pagi (2/8), sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan harga, khususnya bawang merah dan cabai, sementara beras premium tercatat mengalami kenaikan tipis.
Harga bawang merah saat ini berada di kisaran Rp46.278 per kilogram, turun signifikan dari sebelumnya Rp52.150 per kg.
Di sisi lain, harga cabai rawit merah juga menurun dari Rp54.267 menjadi Rp49.642 per kg.
Komoditas beras menunjukkan pergerakan harga yang bervariasi.
Beras premium naik tipis menjadi Rp16.309 per kg dari sebelumnya Rp16.182 per kg.
Sementara itu, beras medium justru turun menjadi Rp14.340 per kg, dan beras SPHP naik ke angka Rp12.606 per kg.
Harga komoditas bawang putih bonggol juga mencatat penurunan, dari Rp38.693 menjadi Rp38.274 per kg.
Adapun cabai merah keriting turun menjadi Rp40.307 per kg, sedangkan cabai merah besar kini berada di kisaran Rp38.150 per kg, turun dari Rp44.293 per kg.
Untuk komoditas daging, daging sapi murni turun ke Rp131.612 per kg, sementara daging ayam ras naik ke angka Rp35.894 per kg.
Telur ayam ras juga mengalami penurunan tipis menjadi Rp29.537 per kg.
Di sektor pangan lainnya, gula konsumsi naik tipis menjadi Rp18.261 per kg, sedangkan beberapa jenis minyak goreng justru mengalami penurunan harga.
Minyak goreng kemasan turun menjadi Rp20.359 per liter, minyak curah menjadi Rp17.135 per liter, dan Minyakita berada pada harga Rp17.277 per liter.
Harga tepung terigu baik curah maupun kemasan juga mengalami penurunan.
Tepung terigu curah kini berada di harga Rp9.495 per kg, dan kemasan menjadi Rp12.883 per kg.
Dari komoditas perikanan, harga ikan kembung turun tipis ke Rp41.421 per kg, sedangkan ikan tongkol dan ikan bandeng masing-masing naik menjadi Rp34.438 per kg dan Rp34.692 per kg.
Tak ketinggalan, garam konsumsi juga mengalami penurunan menjadi Rp11.376 per kg.
Sedangkan daging kerbau beku impor dan daging kerbau lokal segar sama-sama turun, masing-masing menjadi Rp99.286 per kg dan Rp140.000 per kg.
Pemerintah melalui Bapanas terus memantau pergerakan harga demi menjaga stabilitas dan memastikan pasokan tetap tersedia di seluruh wilayah Indonesia.
Penurunan harga sejumlah komoditas diharapkan menjadi angin segar bagi konsumen, terutama menjelang pergantian musim dan hari besar keagamaan.*
(at/a008)
JAKARTA Kabar perombakan kabinet pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka kembali menguat.Sejumlah nama disebut akan dilan
NASIONAL
MEDAN Pelaksanaan Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 segera berakhir. Seiring itu, sejumlah perguruan tinggi negeri mulai memb
PENDIDIKAN
JAKARTA Partai NasDem menyatakan dukungan terhadap usulan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pembatasan penggunaan uang tunai at
POLITIK
BINJAI Ratusan pedagang dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Forum Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Binjai menggeruduk
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, buka suara terkait kabar ada
POLITIK
JAKARTA Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menilai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi tid
EKONOMI
PEMATANGSIANTAR Ratusan massa yang mengaku sebagai korban penipuan berkedok Koperasi Swadharma menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi a
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang pemberian insentif untuk pasar modal, khususnya Bursa Efek Indone
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto meminta pengembangan teknologi alternatif untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap gas Lique
EKONOMI