Anggota Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika, mengatakan bahwa beras tersebut diduga tidak hanya berasal dari stok impor, namun juga dari gabah "at any quality" yang diserap Bulog dalam beberapa waktu terakhir.
"Taksiran kerugiannya bisa mencapai Rp4 triliun. Ini perhitungan kasar," ujar Yeka.
Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mencatat bahwa realisasi distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) baru mencapai sekitar 20,21% dari total target 1,5 juta ton.
Hingga 1 September 2025, distribusi tercatat sebanyak 303.187 ton.
Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Bapanas, Nita Yulianis, menyampaikan data tersebut dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri, Selasa (2/9), dan berharap percepatan distribusi dapat segera dilakukan untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.*