Dalam kesempatan yang sama, Syaifullah mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menelusuri penerima bansos yang terlibat dalam aktivitas perjudian daring (judol).
Bagi mereka yang terbukti bermain judi online, bantuan akan dihentikan, kecuali bagi kasus tertentu yang sangat membutuhkan."Yang ketahuan main judol, tidak akan terima bansos lagi. Kalau memang sangat butuh, mereka harus daftar ulang dan diverifikasi kembali melalui desa atau aplikasi yang kami siapkan," tegasnya.
Mensos Syaifullah juga menyampaikan bahwa hingga triwulan ketiga 2025, realisasi penyaluran bansos telah mencapai lebih dari 75 persen. Presiden Prabowo, menurutnya, memberi arahan agar bansos dipahami sebagai dukungan sementara, bukan permanen, dan agar masyarakat diarahkan ke program pemberdayaan ekonomi.
"Kita ingin bansos dipahami sebagai bantuan sementara. Yang selamanya itu adalah pemberdayaan," ujar Syaifullah.Presiden Prabowo juga memberikan perhatian khusus terhadap penyandang disabilitas dan lansia.
Mensos diminta memperkuat program penyediaan makan dua kali sehari bagi 35.000 penyandang disabilitas, serta pemenuhan gizi untuk lansia terlantar usia 75 tahun ke atas.