BREAKING NEWS
Sabtu, 21 Februari 2026

UMP 2026 Masih Dikaji, Menaker Minta Semua Pihak Sabar

- Rabu, 01 Oktober 2025 19:30 WIB
UMP 2026 Masih Dikaji, Menaker Minta Semua Pihak Sabar
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli. (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Kalau cuma naik Rp105 ribu, itu sangat tidak layak. Kami tuntut 8,5% hingga 10,5%," tegasnya, disambut sorakan ribuan buruh.

Ia juga mengancam akan melancarkan mogok nasional jika tuntutan tidak direspons serius oleh pemerintah.

Aksi tersebut disebut sebagai bagian dari rangkaian panjang demonstrasi buruh yang akan terus digelar dalam waktu dekat.

Selain soal upah, massa buruh juga menuntut:
- Penghapusan sistem outsourcing,
- Reformasi pajak perburuhan,
- Pengesahan UU Ketenagakerjaan yang baru,
- Penataan ulang sistem Pemilu 2029.
- Pemerintah Diimbau Transparan

Pengamat ketenagakerjaan menilai, pemerintah perlu lebih transparan dalam proses penetapan UMP untuk menghindari ketegangan sosial.

Kajian yang melibatkan semua pihak harus dijelaskan secara terbuka agar masyarakat dapat menilai objektivitas keputusan.

UMP 2026 menjadi salah satu isu krusial yang akan berdampak luas, bukan hanya pada kesejahteraan buruh, tetapi juga pada daya saing usaha dan stabilitas industri.*


(bi/a008)

Editor
:
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Luncurkan Program Magang Fresh Graduate Bergaji UMP, Siap Meluncur 15 Oktober
Di Hadapan DPR, KSP-PB Bawa 17 Tuntutan Strategis Buruh untuk RUU Ketenagakerjaan
Aksi Buruh di DPR Besok Batal, Delegasi 50 Orang Akan Serahkan Draft RUU Ketenagakerjaan ke Pimpinan DPR
PPP Gelar Muktamar ke-10, Pemilihan Ketum Dilakukan Melalui 676 Suara Sah
BRIN: Ketua Umum PPP Ideal Harus Punya Banyak Dana dan Dekat dengan Ulama
Wapres Gibran Cicipi Pempek Tumpah di Pasar 16 Ilir Palembang, Warga Antusias Sambut Kedatangan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru