BREAKING NEWS
Sabtu, 18 April 2026

Harga Beras Premium Naik Signifikan, Melampaui HET Nasional

- Minggu, 19 Oktober 2025 10:28 WIB
Harga Beras Premium Naik Signifikan, Melampaui HET Nasional
Pembeli melihat kualitas beras yang dijual di Pasar Terong, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (2/3/2024). (foto: Arnas Padda/Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN Harga berbagai jenis beras di Indonesia mengalami variasi pada akhir pekan ini, dengan sejumlah komoditas pangan lainnya juga mengalami pergerakan harga.

Berdasarkan data dari Panel Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), harga beras medium dan premium tercatat mengalami kenaikan di tingkat konsumen, sementara harga beras stabilisasi pasokan dari Bulog mengalami penurunan.

Pada Minggu, 19 Oktober 2025, harga rata-rata beras medium secara nasional tercatat Rp13.687 per kilogram, naik 1,39% dari Harga Eceran Tertinggi (HET) nasional yang ditetapkan sebesar Rp13.500 per kilogram.

Baca Juga:

Meskipun ada kenaikan harga, harga beras medium di sebagian besar zona tetap berada dalam batas HET yang telah ditentukan oleh pemerintah.

Di zona 1, harga beras medium tercatat Rp13.342 per kilogram, zona 2 Rp13.775 per kilogram, dan zona 3 Rp15.593 per kilogram.

Adapun HET beras medium di masing-masing zona adalah Rp13.500, Rp14.000, dan Rp15.500 per kilogram.

Sementara itu, harga rata-rata beras premium di tingkat konsumen juga mengalami kenaikan yang signifikan sebesar 6,37%, mencapai Rp15.849 per kilogram.

Harga beras premium ini sudah melampaui HET nasional yang ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram.

Rinciannya, harga beras premium di zona 1 dipatok Rp15.197 per kilogram, zona 2 Rp16.307 per kilogram, dan zona 3 Rp18.121 per kilogram.

HET beras premium di zona 1 adalah Rp14.900, zona 2 Rp15.400, dan zona 3 Rp15.800 per kilogram.

Berbeda dengan beras medium dan premium, harga rata-rata beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) Bulog mengalami penurunan tipis sebesar 0,4%, dengan harga rata-rata nasional terpantau sebesar Rp12.450 per kilogram.

Penurunan harga beras SPHP terjadi di seluruh zona, yakni zona 1 Rp12.179 per kilogram, zona 2 Rp12.746 per kilogram, dan zona 3 Rp13.235 per kilogram.

Harga ini masih berada di bawah HET nasional beras SPHP yang ditetapkan Rp12.500 per kilogram.

Selain beras, sejumlah komoditas pangan juga menunjukkan fluktuasi harga.

Harga rata-rata cabai rawit merah di tingkat konsumen tercatat Rp40.381 per kilogram, berada dalam rentang harga acuan penjualan nasional yang berkisar antara Rp40.000 hingga Rp57.000 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai merah keriting juga tercatat dalam rentang yang sama, yakni Rp51.352 per kilogram.

Untuk cabai merah besar, harga rata-ratanya adalah Rp46.563 per kilogram.

Pada sisi komoditas lainnya, harga jagung pakan peternak tercatat naik 14,19% menjadi Rp6.623 per kilogram, melebihi HAP nasional yang ditetapkan Rp5.800 per kilogram.

Di sisi lain, harga kedelai biji kering impor turun 13,13% menjadi Rp10.425 per kilogram, dari HAP nasional yang mencapai Rp12.000 per kilogram.

Harga rata-rata bawang merah di tingkat konsumen tercatat Rp38.594 per kilogram, sedangkan bawang putih dibanderol Rp36.041 per kilogram.

Harga rata-rata minyak goreng kemasan tercatat Rp20.862 per liter, sementara minyak goreng curah dibanderol Rp17.486 per liter.

Harga Minyakita, meskipun sudah dikenakan HET Rp15.700 per liter, masih mengalami kenaikan 9,57%, dengan harga rata-rata nasional mencapai Rp17.203 per liter.

Untuk gula konsumsi, harga rata-rata tercatat Rp17.951 per kilogram, sementara garam konsumsi dijual dengan harga rata-rata Rp11.278 per kilogram.

Harga rata-rata tepung terigu kemasan berada di angka Rp12.877 per kilogram, sementara tepung terigu curah dijual dengan harga Rp9.658 per kilogram.

Komoditas pangan sumber protein hewani juga menunjukkan harga yang beragam.

Harga rata-rata daging ayam ras di tingkat konsumen tercatat Rp38.377 per kilogram, sementara harga telur ayam ras sedikit mengalami kenaikan tipis sebesar 1,46%, menjadi Rp30.438 per kilogram.

Harga ikan kembung tercatat Rp41.792 per kilogram, ikan tongkol Rp34.466 per kilogram, dan ikan bandeng Rp35.060 per kilogram.

Harga daging sapi murni mengalami lonjakan signifikan, mencapai Rp133.493 per kilogram, sementara daging kerbau segar lokal dijual dengan harga Rp138.929 per kilogram.

Untuk daging kerbau beku impor, harga rata-ratanya adalah Rp102.945 per kilogram.

Fluktuasi harga pangan di Indonesia pada akhir pekan ini menunjukkan kecenderungan kenaikan pada beberapa komoditas penting seperti beras premium, cabai, dan beberapa bahan pokok lainnya.

Meskipun harga beras medium masih berada dalam batas HET yang ditetapkan pemerintah, harga beras premium terus melampaui HET, sementara harga beras SPHP dari Bulog menunjukkan penurunan.

Pemerintah diharapkan terus memantau harga pangan agar kebutuhan masyarakat tetap terjangkau, terutama menjelang akhir tahun.

Dengan adanya dinamika harga pangan ini, masyarakat dan pemangku kebijakan perlu terus memperhatikan kestabilan harga untuk memastikan pasokan pangan yang cukup dan harga yang wajar.*


(bi/a008)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jejak Tipu-Tipu di Balik Paket Murah IndiHome
Prabowo Kritik Pemimpin yang Bertikai, Sebut Hal Ini Hambat Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja
PPN Ditanggung Pemerintah, Tiket Pesawat Libur Akhir Tahun Diskon 6%
Rekor Patah! Harga Emas Antam Anjlok Rp57.000 Setelah Cetak Tertinggi Sepanjang Masa
Harga Pangan Terkoreksi, Bapanas Jaga Stabilitas Pasar Jelang Akhir Tahun
Jaskop Dinilai Efektif Stabilkan Harga Pangan, Ekonom USU Apresiasi Langkah Gubernur Bobby Nasution
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru