Berawal dari Rebutan Remot TV di Warkop, Pemuda di Medan Tuntungan Tewas Ditikam 6 Kali
MEDAN Perselisihan akibat berebut remot televisi di sebuah warung kopi di Medan Tuntungan berujung maut. Seorang pemuda berinisial LT (26)
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA– Sejumlah berita ekonomi menjadi sorotan publik pada Jumat (24/10). Mulai dari rincian utang proyek Kereta Cepat Whoosh yang membengkak hingga harga emas Antam yang kembali melesat naik, menggambarkan dinamika ekonomi nasional yang penuh tantangan.
1. Biaya Proyek Whoosh Bengkak Jadi Ratusan Triliun
Baca Juga:Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau Whoosh kembali menuai perhatian. Meski telah beroperasi penuh sejak 2 Oktober 2023, sorotan kini tertuju pada rincian pembiayaan dan total utangnya.
Sebagai proyek strategis nasional (PSN), Whoosh disebut menelan biaya jauh di atas estimasi awal, dengan sebagian besar pendanaan bersumber dari pinjaman luar negeri. Pembengkakan biaya ini menimbulkan kekhawatiran soal efektivitas proyek dan kemampuan pengembalian investasi di masa mendatang.
2. BI Rate Turun, Bunga Kredit Tak Kunjung MenyesuaikanBank Indonesia (BI) mencatat penurunan suku bunga acuan atau BI rate hingga 150 basis poin, ke level 4,75 persen. Namun, transmisi kebijakan moneter tersebut belum sepenuhnya terasa di sektor perbankan.
Bunga kredit perbankan masih relatif tinggi, menandakan lambatnya penyesuaian dari industri keuangan terhadap pelonggaran moneter yang diharapkan dapat mendorong konsumsi dan investasi.3. Asosiasi Perhiasan Usul Pajak Hanya di Produsen
Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) menyampaikan usulan kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa agar pungutan pajak perhiasan hanya dikenakan di tingkat produsen.
APPI menilai, kebijakan pajak berlapis yang berlaku saat ini berpotensi menekan harga jual dan mengurangi daya saing produk perhiasan nasional di pasar domestik maupun ekspor.
4. Harga Emas Antam Naik Rp33 Ribu, Pulih dari Tren Turun
Kenaikan ini mencerminkan respon pasar terhadap pelemahan dolar AS dan meningkatnya permintaan emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.5. BI Jaga Rupiah di Tengah Tekanan Global
Di sisi lain, Bank Indonesia terus mengupayakan stabilitas nilai tukar rupiah melalui berbagai kebijakan intervensi dan koordinasi lintas sektor. BI mengklaim rupiah kini relatif stabil meski tekanan eksternal, seperti penguatan dolar dan ketidakpastian geopolitik, masih membayangi.
Baca Juga:
Langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari strategi BI dalam menjaga kepercayaan pasar dan memastikan stabilitas sistem keuangan nasional.*
(mt/M/006)
MEDAN Perselisihan akibat berebut remot televisi di sebuah warung kopi di Medan Tuntungan berujung maut. Seorang pemuda berinisial LT (26)
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara berkomitmen merawat enam bangunan cagar budaya yang berada di wila
SENI DAN BUDAYA
MEDAN Polda Sumatera Utara telah menyelesaikan audit investigasi terkait kematian W (30), mantan istri polisi yang ditemukan tewas di Kota
PERISTIWA
MEDAN Polda Sumatera Utara menilai ekshumasi makam W (30), mantan istri seorang polisi yang meninggal akibat luka tembak, belum diperlukan.
PERISTIWA
MEDAN Kualitas udara di Kota Medan pada Rabu (23/9/2026) terpantau berada dalam kategori Baik hingga Sedang. Kondisi tersebut berdasarkan p
KESEHATAN
JAKARTA Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Ketua TP PKK, sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Sumatera Utara (Sum
PEMERINTAHAN
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) menyebut ratarata 20 hingga 30 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dikenai penghentian operasional s
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak naik hingga a
EKONOMI
JAKARTA Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat pada perdagangan Rabu (23/9/2026). Rupiah naik 66 poin atau
EKONOMI
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,56 persen ke level 6.374,91 pada perdagangan Rabu (23/9/2026). Penguatan terja
EKONOMI