Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Kalteng di Swiss-Belhotel Danum, Palangka Raya, Sabtu (29/11/2025). (foto: Nisa Rahimia/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Langkah ini menjadi bagian dari 18 proyek hilirisasi nasional senilai total Rp618 triliun yang sedang difinalisasi pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Partai Golkar Kalteng di Swiss-Belhotel Danum, Palangka Raya, Sabtu (29/11/2025).
Selain hadir sebagai Menteri ESDM, Bahlil juga hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar.
Dalam sambutannya, Bahlil menekankan potensi sumber daya alam Kalteng yang dinilai masih belum dimanfaatkan secara optimal, terutama sektor pertambangan.
Provinsi ini memiliki cadangan mineral strategis yang relevan dengan agenda hilirisasi jangka panjang pemerintah.
"Kalteng merupakan salah satu provinsi yang punya sumber daya alam luar biasa. Pertambangan ada di sini. Nanti kami akan dorong hilirisasi," ujar Bahlil.
Dua proyek yang dipersiapkan pemerintah untuk Kalteng adalah hilirisasi pasir kuarsa, yang akan mendukung pengembangan industri panel surya, serta pembangunan industri alumina.
Kedua proyek ini telah masuk dalam desain awal Satgas Percepatan Hilirisasi dan Ketahanan Energi.
Bahlil menyebut, prastudi kelayakan (pra-FS) seluruh proyek telah diserahkan ke Satgas Hilirisasi melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Juli 2025. Proses pra-FS kini memasuki tahap akhir dan akan menjadi dasar implementasi mulai 2026.
"Pada 2026 kami akan turun ke sini untuk clear-kan. Pra-FS-nya sudah mau selesai," kata Bahlil.
Di sela penjelasan teknis, Bahlil juga menyelipkan gurauan politik kepada Gubernur Kalteng yang berasal dari Partai Gerindra.