BREAKING NEWS
Jumat, 17 April 2026

Bahlil Lahadalia Buka Peluang Hentikan Impor Solar Lebih Cepat, Bisa Dimulai Januari 2026

Abyadi Siregar - Senin, 29 Desember 2025 10:19 WIB
Bahlil Lahadalia Buka Peluang Hentikan Impor Solar Lebih Cepat, Bisa Dimulai Januari 2026
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia di Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Plumpang, Minggu (28/12/2025). (foto: Dok. Kementerian ESDM)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, membuka peluang untuk menyetop impor Solar lebih cepat dari target awal April 2026.

Menurut Bahlil, apabila kajian menunjukkan pasokan Solar dalam negeri cukup atau bahkan surplus, pemerintah bisa menghentikan impor mulai Januari hingga Februari 2026.

"Kami lihat saja kalau Januari dan Februari tak perlu impor, ya tidak usah. Ngapain impor?" kata Bahlil di Terminal Bahan Bakar Minyak (BBM) Plumpang, Minggu (28/12/2025).

Baca Juga:

Keputusan ini sangat bergantung pada kesiapan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan, yang dijadwalkan mulai beroperasi Januari 2026.

RDMP membutuhkan waktu sekitar tiga bulan untuk berproduksi maksimal dan mulai mendistribusikan produk kilang, termasuk Solar.

Bahlil memperkirakan surplus Solar bisa mencapai 3–4 juta kiloliter pada 2026.

Selain Pertamina, penyetopan impor Solar juga berlaku untuk operator SPBU swasta. Direktur Jenderal Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyebut bahwa operator SPBU swasta telah diminta berkoordinasi dengan Pertamina terkait pemenuhan pasokan Solar.

"Hanya sampai Maret mereka bisa mengajukan kuota impor. Setelah itu, produksi dalam negeri dari kilang Pertamina yang akan memenuhi kebutuhan," ujarnya.

Laode menegaskan, penyetopan impor Solar tidak memerlukan aturan baru karena secara otomatis akan tertuang dalam Sistem Nasional Neraca Komoditas (SINAS-NK).

Setelah masa penyesuaian tiga bulan, Solar hasil olahan RDMP Balikpapan akan mulai didistribusikan ke badan usaha hilir migas swasta.

Dengan begitu, pemerintah menargetkan April 2026 seluruh impor Solar dapat dihentikan, seiring adanya tambahan produksi dalam negeri yang mencukupi kebutuhan nasional.*


(bb/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pertamina Tembus Jalur Darat, 7 Mobil Tangki Distribusikan BBM ke Bener Meriah Pascabencana
Bahlil Lahadalia Kirim 3.000 Kompor Gas untuk Warga Terdampak Banjir Aceh
Bahlil: 224 Desa di Aceh Belum Teraliri Listrik Pascabencana
Bahlil Kirim 1.000 Genset untuk Terangi 35 Ribu Rumah di Aceh
Kemenperin Tegaskan Industri Penunjang Migas Jadi Andalan Substitusi Impor
Kejar Swasembada, Mentan Targetkan Gula Nasional Tembus 3 Juta Ton
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru