MEDAN – Hargapangan di pasar domestik pada Jumat (2/1/2026) mengalami pergerakan beragam.
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) pukul 08.36 WIB, sebagian besar komoditas mengalami penurunan, terutama beras, gula, bawang, dan beberapa jenis cabai, meskipun ada beberapa komoditas yang justru mencatat kenaikan.
Harga beras tercatat bergerak naik tipis di sebagian besar kualitas.
Beras kualitas bawah I naik 2,45% menjadi Rp14.650 per kg, beras kualitas bawah II naik 3,37% menjadi Rp15.350 per kg, beras medium naik 4,46% menjadi Rp16.400 per kg, dan beras kualitas super I naik 2,08% menjadi Rp17.200 per kg.
Sementara itu, bawang merah mengalami penurunan harga 3,44% menjadi Rp50.550 per kg, sedangkan bawang putih stagnan di Rp39.800 per kg.
Hargacabai merah besar turun 0,97% menjadi Rp51.050 per kg, cabai rawit hijau turun 5,94% menjadi Rp55.450 per kg, dan cabai rawit merah turun 6,02% menjadi Rp69.500 per kg.
Di sisi lain, cabai merah keriting justru mengalami kenaikan 0,89% menjadi Rp51.100 per kg.
Gula pasir lokal tercatat turun tipis 0,55% ke angka Rp18.150 per kg, sementara harga minyak goreng kemasan curah naik 0,52% menjadi Rp19.400 per liter, dan minyak goreng kemasan bermerk turun 0,65% menjadi Rp22.850 per kg.
Harga telur ayam ras stabil di Rp33.450 per kg, sedangkan daging ayam ras segar turun 1,56% menjadi Rp44.250 per kg.
Di sisi lain, harga daging sapi murni kualitas I naik 1,14% menjadi Rp142.350 per kg dan daging sapi kualitas II naik 2,79% menjadi Rp135.500 per kg.
Pergerakan harga pangan awal Januari ini menjadi perhatian pemerintah, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan.
Menteri Perdagangan Muhammad Zulhas menegaskan bahwa pemerintah terus menambah cadangan beras dan memantau pergerakan harga strategis guna menjaga inflasipangan tetap terkendali.*
(bi/ad)
Editor
: Abyadi Siregar
Harga Pangan 2 Januari 2026: Beras dan Gula Turun, Cabai Masih Fluktuatif