TPST Banyumas Ubah Sampah Jadi Genteng, Prabowo Tertarik Terapkan Skala Nasional: Harga Lebih Murah
BANYUMAS Presiden Prabowo Subianto menilai produk genteng berbahan sampah plastik hasil olahan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawas
NASIONAL
JAKARTA — Pemerintah melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mengalami defisit Rp135,7 triliun hingga 28 Februari 2026.
Angka tersebut setara 0,53 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan posisi defisit tersebut masih berada dalam koridor yang telah direncanakan pemerintah.Baca Juga:
"Desain APBN kita memang defisit. Tahun ini belanjanya kita percepat supaya dampaknya terhadap perekonomian terasa sejak awal tahun," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN Kita di Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurut Purbaya, percepatan belanja negara sengaja dilakukan agar stimulus fiskal tidak menumpuk di akhir tahun. Pemerintah ingin dampak belanja negara dapat langsung mendorong aktivitas ekonomi sejak awal tahun.
Ia juga menanggapi perbandingan dengan kondisi APBN tahun sebelumnya yang sempat mencatat surplus pada periode yang sama.
"Selama beberapa tahun APBN memang dirancang defisit. Tahun ini kita paksakan belanja lebih merata sepanjang tahun agar dampak terhadap ekonomi lebih terasa," kata dia.
Lonjakan defisit pada awal tahun terjadi seiring dengan realisasi belanja negara yang meningkat signifikan. Hingga Februari 2026, belanja negara tercatat mencapai Rp493,8 triliun atau tumbuh 41,9 persen secara tahunan (year on year).
Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung program prioritas pemerintah serta menjaga daya beli masyarakat.
Di sisi lain, penerimaan negara juga mencatat pertumbuhan positif. Hingga akhir Februari, pendapatan negara mencapai Rp358 triliun atau tumbuh 12,8 persen secara tahunan.
Kontributor terbesar berasal dari penerimaan pajak yang mencapai Rp245,1 triliun, meningkat 30,4 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
Purbaya mengatakan kombinasi antara percepatan belanja dan pertumbuhan penerimaan negara menunjukkan bahwa APBN masih berada dalam kondisi terkendali.
"Secara keseluruhan, pendapatan yang tumbuh dan belanja yang terakselerasi menunjukkan APBN tetap berperan sebagai instrumen stabilisasi sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi," kata dia.*
(oz/dh)
BANYUMAS Presiden Prabowo Subianto menilai produk genteng berbahan sampah plastik hasil olahan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berwawas
NASIONAL
BEKASI Komisaris Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Said Aqil Siradj, menyebut kecelakaan antara KRL Commuter Line dan Kereta Api Jara
PERISTIWA
BANYUMAS Presiden Prabowo Subianto menegaskan pengelolaan sampah kini menjadi prioritas nasional dengan target pengendalian dalam dua hi
NASIONAL
MEDAN Harga cabai merah keriting di Sumatera Utara mulai menunjukkan tren kenaikan. Meski demikian, Dinas Perindustrian, Perdagangan, da
EKONOMI
JAKARTA Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa kesehatan mental kini resmi menjadi bagian penting dalam Sistem Man
NASIONAL
TAPTENG Rapat pembahasan pendataan bantuan jaminan hidup (jadup) di Kantor Camat Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah, berujung ricuh pada S
PERISTIWA
BANDA ACEH Kepolisian Daerah (Polda) Aceh menggelar Latihan Olah Strategi, Gladi Posko Kamtibmas, serta Tactical Floor Game (TFG) sebaga
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa ekspansi layanan Grab di Kota Medan tidak boleh sekadar memperluas jangkauan b
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas menerima langsung rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Medan terhadap Laporan Kete
PEMERINTAHAN
MEDAN Ketua TP PKK Airin Rico Waas menekankan pentingnya kegiatan mendongeng sebagai sarana penguatan literasi dan numerasi anak usia di
PEMERINTAHAN