Satgas Saber Pangan Polda Bali Pantau Harga dan Stok Bahan Pokok Pasca Idul Fitri dan Nyepi
- Kamis, 26 Maret 2026 14:08 WIB
Satgas Saber Pangan Polda Bali bersama instansi terkait melakukan pengecekan harga jual dan stok komoditas strategis di sejumlah titik distribusi dan pasar modern di wilayah Bali, Kamis (26/3/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
DENPASAR – Satgas Saber PanganPoldaBali bersama instansi terkait terus bergerak menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok pasca Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah dan perayaan Nyepi, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan dilakukan di sejumlah titik distribusi dan pasar modern di wilayah Bali, khususnya Denpasar.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan pengecekan harga jual dan stok komoditas strategis seperti beras, daging sapi, daging ayam, minyak goreng, gula pasir, serta kebutuhan pokok lainnya.
Pemeriksaan ini memastikan kesesuaian dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) sekaligus memantau ketersediaan stok di lapangan.
Selain inspeksi, dilakukan dialog langsung dengan pedagang dan pengelola pasar untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan atau kenaikan harga yang tidak wajar.
"Kegiatan ini bertujuan memberikan rasa aman dan kepastian bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar perwakilan SatgasPanganPoldaBali.
Hasil pemantauan menunjukkan harga komoditas di Denpasar dan sekitarnya relatif stabil, stok cukup, dan tidak ditemukan harga yang melebihi ketentuan HET.
Meskipun demikian, SatgasPanganPoldaBali mengingatkan para pelaku usaha agar tetap mematuhi aturan.
Pelanggaran akan ditindak secara berjenjang, mulai dari teguran tertulis hingga pencabutan izin usaha.
Langkah pengawasan ini menjadi tindak lanjut dari strategi pemerintah dan kepolisian untuk meminimalisir lonjakan harga pasca hari raya.
Satgas Saber PanganPoldaBali juga mendorong distribusi pangan yang lebih efisien agar pasokan tetap aman dan stabil di seluruh wilayah Bali.
"Pengawasan akan terus dilakukan bersama instansi terkait, agar masyarakat merasa aman dan kebutuhan pokok tetap tercukupi," tambahnya.*