"Stop deh kompensasi listrik untuk orang kaya dan industri. Jika kebijakan ini dihentikan, saya yakin defisit APBN kita akan tetap di bawah 3 persen dan pertumbuhan ekonomi tetap bisa tercapai," ujarnya.
Said juga mengingatkan bahwa sejak tahun 2017, Banggar telah menyuarakan pentingnya untuk menghentikan kebijakan kompensasi yang tidak tepat sasaran tersebut.
Said mengingatkan bahwa kebijakan penghematan dan efisiensi dalam penggunaan anggaran sangat penting, mengingat kondisi geopolitik yang semakin tak menentu.
Ia berharap, pemerintah dapat melakukan penyesuaian yang tepat dalam pengelolaan anggaran demi menjaga ketahanan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.*