Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) melakukan pertemuan strategis dengan Managing Director IMF Kristalina Georgieva (kanan) di tengah rangkaian agendanya di Washington DC, Amerika Serikat. (Foto: Kementerian Keuangan)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Purbaya mengatakan optimisme itu didukung oleh fundamental ekonomi nasional yang dinilai masih kuat dan stabil, termasuk konsumsi rumah tangga, inflasi terkendali, serta kebijakan fiskal yang terjaga.
"Ketika banyak negara mengalami perlambatan ekonomi, Indonesia tetap tumbuh 5,11 persen pada 2025. Ini menunjukkan ketahanan ekonomi domestik kita," ujar Purbaya dalam pertemuan IMF, Senin (20/4/2026).
Selain itu, Indonesia juga mencatatkan kinerja positif pada neraca perdagangan dengan surplus sebesar 1,27 miliar dolar AS pada Februari 2026. Capaian tersebut memperpanjang tren surplus selama 70 bulan berturut-turut.
Menurut Purbaya, stabilitas ekonomi Indonesia juga ditopang oleh defisit fiskal yang terkendali, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang rendah, serta kebijakan hilirisasi yang terus didorong pemerintah.
Dalam forum tersebut, Menkeu juga menyampaikan bahwa pemerintah tetap mewaspadai dinamika global, khususnya konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi harga energi dunia.
Untuk meredam dampak guncangan global, pemerintah disebut telah menyiapkan bantalan fiskal serta menjaga stabilitas subsidi energi guna melindungi daya beli masyarakat.
Purbaya menambahkan, strategi jangka panjang pemerintah tetap difokuskan pada efisiensi belanja negara serta percepatan transformasi struktural ekonomi menuju negara berpendapatan tinggi.
Pemerintah Indonesia, kata dia, berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat daya saing nasional di tengah ketidakpastian global.*
(an/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Menkeu Purbaya Yakin Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,4–6 Persen di Tengah Tekanan Global