BREAKING NEWS
Jumat, 24 April 2026

Mentan Ungkap Beras Premium Oplosan di Pasaran, Harga Rp 8.000/Kg Dijual Hingga Rp 17.000/Kg

Adelia Syafitri - Kamis, 23 April 2026 22:18 WIB
Mentan Ungkap Beras Premium Oplosan di Pasaran, Harga Rp 8.000/Kg Dijual Hingga Rp 17.000/Kg
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membongkar temuan beras premium oplosan yang dijual di pasaran dengan harga jauh di atas standar. Beras berkualitas rendah tersebut diduga dikemas dan dipasarkan sebagai beras premium.

Amran mengungkapkan, hasil pemeriksaan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara label kualitas dan kondisi fisik beras di lapangan. Ia menyebut, sejumlah sampel beras memiliki tingkat pecahan jauh melebihi standar beras premium.

"Kalau standar premium sekitar 14 persen, yang kita temukan ada sampai 34 persen bahkan 59 persen pecahannya," ujar Amran di Gudang Bulog Karawang, Kamis (23/4/2026).

Baca Juga:

Menurut Amran, kondisi tersebut membuat harga wajar beras sebenarnya hanya berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 12.000 per kilogram. Namun di lapangan, beras tersebut justru dijual hingga Rp 17.000 per kilogram.

Ia menyebut praktik tersebut bukan sekadar pengoplosan biasa, melainkan bentuk manipulasi yang merugikan masyarakat luas.

"Ini bukan sekadar oplos, ini nyolong. Saya sudah periksa di laboratorium. Ada yang kualitasnya jauh di bawah standar tapi dijual seperti premium," tegasnya.

Amran juga memperkirakan potensi kerugian akibat praktik tersebut dapat mencapai triliunan rupiah apabila dihitung dari volume konsumsi nasional.

"Kalau selisih Rp 5.000 saja dan dikalikan 2 juta ton, bisa mencapai Rp 10 triliun," jelasnya.

Pemerintah, kata Amran, akan terus memperketat pengawasan dan menindak tegas pelaku, termasuk bekerja sama dengan Satgas Pangan. Sejumlah pelaku yang diduga terlibat juga telah diamankan untuk proses hukum lebih lanjut.

Ia menegaskan bahwa tindakan tegas ini dilakukan demi melindungi masyarakat luas dari praktik yang merugikan.

"Yang kita lindungi ini 256 juta rakyat Indonesia. Kalau dibiarkan, ini yang paling dirugikan adalah masyarakat," ujarnya.*

(d/dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Waspada Penipuan! Iklan Minyak Goreng Murah di Media Sosial Diduga Jerat Banyak Korban
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru