Timnas Indonesia Gagal ke Semifinal Piala AFF 2026, Rizky Ridho: Kami Kecewa, Suporter Lebih Kecewa
JAKARTA Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter setelah skuad Garuda gagal melaju ke sem
OLAHRAGA
BATU BARA – Kekecewaan masyarakat terhadap kinerja Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian, dan Perdagangan (Disnakerprindag) Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, kini tidak lagi sekadar keluhan biasa.
Kondisi harga sembako bersubsidi yang tak kunjung stabil, ditambah kelangkaan barang di tingkat grosir, memicu gelombang kritik tajam yang diarahkan langsung kepada pemerintah daerah hingga pusat.
Di tengah berbagai klaim penertiban yang dilakukan instansi terkait, fakta di lapangan justru menunjukkan kondisi yang berbanding terbalik.
Baca Juga:
Angka ini dinilai jauh dari harapan, bahkan cenderung membebani masyarakat.
Lebih ironis lagi, sejumlah pedagang dan grosir mengaku mengalami keterbatasan stok.
Tidak sedikit warga yang harus berkeliling dari satu tempat ke tempat lain hanya untuk mendapatkan bahan pokok bersubsidi.
"Bukan hanya mahal, sekarang barangnya pun sulit didapat. Kami ini masyarakat kecil, sangat bergantung dengan sembako bersubsidi. Kalau begini terus, kami harus bagaimana?" ujar seorang ibu rumah tangga dengan nada lirih.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait efektivitas pengawasan dan pengendalian distribusi oleh Disnakerprindag Kabupaten Batu Bara.
Masyarakat menilai, kegiatan inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan selama ini hanya bersifat seremonial dan tidak menyentuh akar permasalahan.
"Setiap ada sidak, seolah-olah masalah selesai. Tapi setelah itu, harga tetap mahal, bahkan barang jadi langka. Ini menunjukkan tidak ada tindakan nyata yang benar-benar berdampak," kata warga lainnya.
Upaya awak media untuk mengonfirmasi langsung kepada pihak Disnakerprindag pun menemui jalan buntu. Saat didatangi, kantor dinas tersebut dalam kondisi sepi.
Tidak ada satu pun pejabat penting yang berada di tempat, mulai dari kepala dinas, kepala bidang, hingga ketua satgas perdagangan. Sejumlah ruangan bahkan terlihat terkunci rapat.
Berdasarkan informasi dari staf yang berada di lokasi, para pejabat tersebut sedang berada di Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Batu Bara.
Namun, absennya seluruh pejabat dalam waktu bersamaan justru menuai kritik keras dari masyarakat.
"Ini kantor pelayanan publik, bukan kantor pribadi. Masa saat masyarakat butuh, tidak ada satu pun pejabat yang bisa ditemui? Ini mencerminkan lemahnya komitmen pelayanan," ungkap seorang warga dengan nada kesal.
Kekecewaan yang menumpuk akhirnya berubah menjadi tuntutan terbuka.
Tidak hanya meminta evaluasi, masyarakat bahkan secara tegas mendesak agar Satgas Pangan dan tim yang disebut "cyber pangan" dibubarkan jika memang tidak mampu menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.
"Kalau keberadaan Satgas Pangan dan cyber pangan hanya formalitas, tidak ada hasil nyata, lebih baik dibubarkan saja. Jangan habiskan anggaran tapi rakyat tetap menderita," tegas salah satu tokoh masyarakat.
Menurut warga, keberadaan tim pengawasan tersebut seharusnya mampu menjamin stabilitas harga dan kelancaran distribusi.
Namun, realita yang terjadi justru sebaliknya. Harga tetap tinggi, distribusi tersendat, dan pengawasan dinilai lemah.
Tak hanya itu, masyarakat juga mulai mencurigai adanya praktik tidak sehat di balik distribusi sembako bersubsidi.
Dugaan keterlibatan oknum atau "mafia sembako" pun mencuat, terutama karena pola yang dianggap janggal, yakni kelangkaan barang yang justru terjadi setelah pelaksanaan sidak.
"Setelah selesai sidak, barang malah hilang di pasaran. Ini bukan kebetulan. Kami menduga ada permainan. Pemerintah harus berani bongkar ini sampai tuntas," ujar warga lainnya.
Dalam curhatan yang disampaikan di depan kantor Disnakerprindag, masyarakat juga meminta perhatian langsung dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
JAKARTA Kapten Timnas Indonesia, Rizky Ridho, menyampaikan permohonan maaf kepada para suporter setelah skuad Garuda gagal melaju ke sem
OLAHRAGA
JAKARTA Kebakaran melanda gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Petojo Selatan, Gambir, Jakarta Pusat
PERISTIWA
GAYO LUES Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menemukan adanya aksi pencurian dan perusakan peralatan pemantau gempa bu
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan bahwa proses pemeriksaan terhadap personel kepolisian akan dilakukan sec
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh Yakub F. IsmailKIAMAT fiskal sedang membayangi sejumlah daerah yang kini tengah menderita teakanan keuangan.Alarm tersebut sekaligus m
OPINI
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menjalani pemeriksaan intensif sebagai tersangka da
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Lodewyk Pusung, kembali mengajukan gugatan praperadilan terkait perkara dugaan ko
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan Penjabat (Pj) Bupati Langkat, Faisal Hasrimy, membantah tuduhan mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Langkat
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah yang dipimpinnya akan tetap berada di jalur yang benar dalam menjalankan berbaga
NASIONAL
JAKARTA Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) membantah pernyataan Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesej
NASIONAL