HOUSTON – Harga minyak dunia kembali menguat pada perdagangan awal pekan seiring meningkatnya perhatian pasar terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait proposal Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Mengutip Investing.com, Selasa, 28 April 2026, harga minyak Brent naik sekitar 2,5 persen ke level USD101,58 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat 2,1 persen ke posisi USD96,40 per barel.
Kenaikan harga terjadi setelah muncul laporan bahwa Iran menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur vital distribusi minyak global.
Proposal tersebut saat ini tengah dipertimbangkan oleh Amerika Serikat. Namun, laporan menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump masih bersikap skeptis, terutama karena adanya usulan penundaan pembahasan terkait program nuklir Iran.
Isu penghentian pengayaan uranium dan pencegahan pengembangan senjata nuklir menjadi fokus utama Washington dalam konflik yang masih berlangsung.
Di sisi lain, kondisi Selat Hormuz yang sebagian masih tertutup serta blokade angkatan laut yang dilakukan AS membuat aliran minyak global tetap terbatas. Hal ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi.
Situasi tersebut mendorong harga minyak tetap berada di level tinggi, bahkan sempat mendekati USD110 per barel dalam beberapa hari terakhir.
Selain faktor geopolitik, pelaku pasar juga mencermati agenda ekonomi global, termasuk pertemuan bank sentral di Jepang dan Amerika Serikat. Kenaikan harga energi dinilai berpotensi menambah tekanan inflasi dalam waktu dekat.
Pasar kini menunggu perkembangan lebih lanjut terkait negosiasi antara AS dan Iran, yang dinilai akan sangat menentukan arah harga minyak dunia ke depan.*
(mt/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Harga Minyak Dunia Naik, Iran Ajukan Proposal Buka Selat Hormuz ke AS