BREAKING NEWS
Rabu, 13 Mei 2026

Bahlil Tegaskan Belum Ada Kerja Sama Nikel G2G RI-Filipina, Buka Peluang Jalur B2B

Nurul - Selasa, 05 Mei 2026 17:33 WIB
Bahlil Tegaskan Belum Ada Kerja Sama Nikel G2G RI-Filipina, Buka Peluang Jalur B2B
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia. (Foto: Dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan hingga saat ini belum terdapat kerja sama resmi antarpemerintah (government to government/G2G) antara Indonesia dan Filipina terkait komoditas nikel.

Bahlil menyampaikan, meski Filipina memiliki cadangan nikel yang cukup besar, kerja sama antarnegara dalam skema G2G belum terjalin karena Indonesia saat ini lebih fokus pada penguatan hilirisasi dan industrialisasi dalam negeri.

"Negara kita sekarang masuk dalam negara yang menggaungkan hilirisasi dan industrialisasi. Nah, salah satu negara yang mempunyai cadangan nikel itu Filipina," ujar Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga:

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan kerja sama resmi antara pemerintah Indonesia dan Filipina di sektor nikel. Namun, peluang kerja sama tetap terbuka melalui skema business to business (B2B).

"Nah, dalam konteks kerja sama G2G itu tidak ada. Tetapi kalau ada B2B yang saling membutuhkan dan menguntungkan, opsi itu selalu ada," jelasnya.

Bahlil menambahkan, pemerintah tetap membuka ruang kolaborasi dengan pihak luar selama memberikan manfaat ekonomi dan mendukung penguatan industri nasional.

Pemerintah, kata dia, terus mendorong pengembangan industri pengolahan nikel di dalam negeri untuk memperkuat rantai pasok industri baterai kendaraan listrik serta meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global.

Isu potensi kerja sama nikel antara Indonesia dan Filipina sebelumnya mencuat seiring rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Filipina pada 7–8 Mei 2026, yang turut membahas sektor industri strategis.*

(an/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Purbaya Ancam Tutup Pabrik Rokok Ilegal, Ketahuan Langsung Disikat Usai Aturan Cukai Berlaku
Rupiah Tembus Rp17.405 per Dolar AS, BI Ungkap Tekanan Global dan Siapkan Intervensi
Ade Armando Mundur dari PSI Usai Terseret Polemik Video JK, Pilih Jaga Nama Baik Partai
Ekonomi RI Tumbuh 5,61 Persen di Kuartal I 2026, Pemerintah Sebut Lepas dari Stagnasi 5 Persen
BPS: Laju Pertumbuhan Penduduk Indonesia Melambat Jadi 1,08 Persen dalam Lima Tahun Terakhir
BGN Perkuat Program MBG untuk Dukung Ketahanan Pangan Nasional dan Wujudkan Generasi Emas 2045
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru