Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA — Pengusaha sekaligus mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, memaparkan sejumlah langkah strategis yang dinilainya dapat memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Menurut dia, dengan kebijakan yang tepat dan kerja sama lintas sektor, rupiah berpeluang kembali ke level Rp15.000 per dolar AS secara bertahap.
Pernyataan tersebut disampaikan Sandiaga melalui akun media sosial pribadinya pada Rabu, 3 Juni 2026, di tengah pelemahan rupiah yang kini berada di kisaran Rp18.000 per dolar AS.
Baca Juga:
"Saya melihat bahwa rupiah ini akan bisa mencapai angka lebih kuat, mungkin balik ke Rp16.000 dan secara bertahap ke Rp15.000," ujar Sandiaga.
Ia menilai penguatan nilai tukar tidak dapat dilakukan oleh satu lembaga atau individu semata.
Menurutnya, diperlukan sinergi berbagai pihak dalam sebuah "super team" yang fokus mendorong produktivitas ekonomi nasional.
Salah satu langkah utama yang diusulkan adalah meningkatkan ekspor produk-produk unggulan Indonesia yang memiliki daya saing di pasar global.
Produk pertanian, kopi, pangan olahan, hingga sektor energi dinilai memiliki potensi besar untuk mendatangkan devisa.
Menurut Sandiaga, meningkatnya ekspor akan memperbesar arus masuk devisa ke dalam negeri.
Kondisi tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS untuk kebutuhan pembayaran impor maupun kewajiban luar negeri.
"Kalau devisa masuk ke Indonesia, berarti permintaan kita terhadap dolar akan berkurang karena kita tidak perlu membeli dolar di pasar," katanya.
Selain ekspor, sektor pariwisata juga dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat cadangan devisa nasional.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.