Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Sandiaga menyebut pariwisata merupakan industri yang memanfaatkan sumber daya domestik dan mampu menghasilkan pemasukan valuta asing secara berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas destinasi wisata, pelayanan, serta pengembangan pariwisata berkelanjutan dapat menjadi instrumen efektif untuk menarik wisatawan mancanegara sekaligus mendorong wisatawan domestik berlibur di dalam negeri.
"Pariwisata itu produknya domestik dan dihasilkan mayoritas oleh alam kita sendiri. Jika dikelola dengan baik, sektor ini bisa menjadi sumber devisa yang sangat kuat," ujarnya.
Sandiaga juga mengingatkan bahwa Indonesia pernah mengalami pemulihan nilai tukar yang signifikan pada masa pemerintahan Presiden BJ Habibie setelah krisis ekonomi 1998.
Saat itu, nilai rupiah yang sempat terpuruk berhasil menguat secara bertahap dalam kurun waktu relatif singkat.
Meski optimistis, Sandiaga tidak memberikan target waktu pasti kapan rupiah dapat kembali ke level Rp15.000 per dolar AS.
Namun, ia menegaskan bahwa penguatan mata uang nasional harus dibangun melalui fondasi ekonomi yang produktif, kompetitif, dan berorientasi ekspor.
"Ini merupakan upaya kolektif untuk membangun ekonomi yang lebih produktif dan lebih kompetitif," kata Sandiaga.
Pelemahan rupiah dalam beberapa pekan terakhir menjadi perhatian pelaku pasar dan pemerintah karena berpotensi memengaruhi inflasi, biaya impor, serta daya beli masyarakat.
Di sisi lain, peningkatan devisa melalui ekspor dan pariwisata dinilai menjadi salah satu instrumen penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar di tengah ketidakpastian ekonomi global.*
(km/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.