BREAKING NEWS
Sabtu, 04 Juli 2026

Peternak Mengadu ke Jokowi soal Harga Ayam dan Telur Anjlok, Harap Jadi Jembatan Aspirasi ke Pemerintah

Raman Krisna - Sabtu, 04 Juli 2026 14:56 WIB
Peternak Mengadu ke Jokowi soal Harga Ayam dan Telur Anjlok, Harap Jadi Jembatan Aspirasi ke Pemerintah
Ketua Pinsar Jawa Tengah, Parjuni seusai menemui Prasiden ke-7 Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (4/7/2026). (foto: Kompas/Labib Zamani)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SOLO – Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Jawa Tengah menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (4/7/2026).

Dalam pertemuan tersebut, para peternak menyampaikan keluhan mengenai anjloknya harga telur dan daging ayam yang dinilai semakin membebani peternak rakyat.

Ketua Pinsar Jawa Tengah, Parjuni, mengatakan kondisi peternak saat ini sedang sulit karena harga jual hasil ternak terus menurun.

Baca Juga:

Karena itu, pihaknya berharap Jokowi dapat menyampaikan aspirasi para peternak kepada pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian.

"Tadi kita sampaikan ke Pak Jokowi karena memang kondisi peternak saat ini sedang terpuruk. Sehingga kita minta supaya pesan ini tersampaikan ke pemerintah dan Kementerian Pertanian agar kondisi harga ayam maupun telur ini segera membaik," kata Parjuni di Solo, Sabtu.

Selain mengeluhkan rendahnya harga telur dan ayam, Pinsar juga meminta pemerintah mencari solusi agar harga bahan baku pakan dapat ditekan.

Menurut mereka, mahalnya harga pakan membuat biaya produksi terus meningkat.

"Termasuk bahan baku yang ada ini supaya harganya turun sehingga pakannya turun juga," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Pinsar juga meminta dukungan Jokowi terhadap rencana kampanye peningkatan konsumsi telur dan daging ayam sebagai bagian dari upaya memperbaiki kondisi industri perunggasan.

"Tadi kita pengin kampanye gizi terkait ayam dan telur. Kita minta ke Pak Jokowi supaya hadir acara pembukaan kampanye gizi ayam dan telur," imbuhnya.

Parjuni mengatakan Jokowi menyambut baik usulan tersebut dan memberikan dukungan terhadap rencana kampanye tersebut.

"Beliau support dan tadi juga sempat salaman minta izin, minta restu," katanya.

Sementara itu, Ketua Pinsar Boyolali, Krishandrika Immanuel Raharjo, mengatakan para peternak di Solo Raya berharap pemerintah memberikan perhatian lebih terhadap kondisi usaha peternakan yang semakin berat.

Menurutnya, harga ayam pedaging saat ini telah turun hingga sekitar Rp14.000 per kilogram, jauh di bawah harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah.

Di sisi lain, harga pakan pabrikan justru terus mengalami kenaikan.

"Peternak Solo Raya meminta bantuan untuk teman-teman peternak ditolong, diperhatikan mengingat harga telur sangat buruk. Dan pedaging turun sampai Rp 14.000 dan jauh dari harga acuan pemerintah," kata Krishandrika.


Ia menjelaskan, kenaikan harga bahan baku pakan yang sudah terjadi beberapa kali membuat biaya produksi terus bertambah, sementara harga jual ayam dan telur belum menunjukkan perbaikan.

"Kalau harganya (telur dan ayam) turun terus harga bahan bakunya naik, ongkos produksi naik tapi harga semakin turun, masa depan peternak rakyat mau ditaruh di mana," ujarnya.

Para peternak berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga hasil ternak sekaligus menekan biaya produksi agar usaha peternakan rakyat tetap dapat bertahan.* (km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Adik Prabowo Tegaskan Program MBG Tetap Jalan: Tidak Akan Berhenti!
Bakom RI: Kasus Dugaan Korupsi MBG Buktikan Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu
Bupati Asahan Hadiri Pembukaan PRSU ke-50, Siap Promosikan Potensi Unggulan Daerah dan Investasi
Safari Politik Berlanjut, Jokowi Siap Jadikan Jawa Tengah sebagai “Kandang Gajah”
Jokowi Bakal Safari Politik ke NTT, PDIP: Bawa Ijazah, Tunjukkan ke Masyarakat
Usulan Gaji Kepala Daerah Naik 20 Persen dari PAD Tuai Pro-Kontra, Ini Respons KPK dan Kemendagri
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru