BREAKING NEWS
Selasa, 14 Juli 2026

Inflasi RI Terkendali, Tito Siapkan Jurus Jaga Harga Pangan dan Pasokan Daerah

Johan - Selasa, 14 Juli 2026 18:59 WIB
Inflasi RI Terkendali, Tito Siapkan Jurus Jaga Harga Pangan dan Pasokan Daerah
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Pemda memperkuat pasokan serta memastikan distribusi barang berjalan lancar guna menjaga inflasi tetap terkendali pada semester II 2026. (Foto: Dok. Kemendagri)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) memperkuat pasokan serta memastikan distribusi barang berjalan lancar guna menjaga inflasi tetap terkendali pada semester II 2026.

Tito mengatakan langkah tersebut perlu dilakukan menyusul masih adanya tekanan inflasi yang berasal dari sejumlah sektor, terutama transportasi dan beberapa komoditas pangan.

Menurutnya, kondisi inflasi nasional saat ini masih berada dalam batas aman. Secara tahunan atau year on year (yoy), inflasi tercatat sebesar 3,34 persen atau masih berada di bawah batas atas target nasional sebesar 3,5 persen.

Baca Juga:

"Inflasi kita di angka 3,34 relatif terkendali di bawah target nasional, 3,5 persen maksimal," ujar Tito dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Tito setelah mengikuti Rapat Koordinasi Terbatas Evaluasi Capaian Pengendalian Inflasi Semester I 2026 dan rencana program pengendalian inflasi semester II 2026 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.

Tito menjelaskan, salah satu penyumbang kenaikan inflasi berasal dari sektor transportasi, khususnya angkutan udara, akibat meningkatnya mobilitas masyarakat saat periode libur sekolah.

Selain itu, sejumlah komoditas pangan seperti bawang putih, minyak goreng, dan beras juga turut memberikan tekanan terhadap pergerakan harga.

Karena itu, Tito meminta daerah yang masih memiliki tingkat inflasi tinggi segera mengambil langkah pengendalian sesuai kondisi wilayah masing-masing.

"Saya sudah memberikan arahan kepada semua daerah. Kalau target saya daerah-daerah yang tinggi-tinggi, ada di daerah timur umumnya tinggi, di Aceh juga tinggi, langkah-langkahnya menambah suplai," katanya.

Selain memperkuat ketersediaan barang, Tito juga meminta pemerintah daerah mengantisipasi gangguan distribusi akibat faktor cuaca, terutama di wilayah kepulauan yang sering menghadapi gelombang tinggi.

Menurut dia, penggunaan sarana transportasi dengan kapasitas lebih besar dapat menjadi salah satu solusi agar distribusi kebutuhan masyarakat tetap berjalan.

Tito menegaskan pengendalian inflasi membutuhkan kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah. Koordinasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus diperkuat bersama kementerian, lembaga terkait, Badan Pusat Statistik (BPS), Perum Bulog, dan pemerintah daerah.

Ia berharap sinergi tersebut mampu menjaga kestabilan harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat.* (d/dh)

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Melemah ke Rp18.124 per Dolar AS, Konflik Timur Tengah Tekan Pasar Keuangan
Cek Gudang Bulog Asahan, Pemko Tanjungbalai Pastikan Stok Beras Aman hingga Enam Bulan
Tak Hanya Pasta Cabai, Paviliun Batu Bara di PRSU 2026 Tampilkan Produk Anti Inflasi dan Inovasi UMKM
Sekda Aceh Dorong Sinergi Daerah Tekan Inflasi dan Percepat Digitalisasi Ekonomi
Di Forum Pangan Nasional APEKSI, Rico Waas Dorong Kolaborasi Antardaerah untuk Perkuat Ketahanan Pangan Kota
Rupiah Dibuka Menguat ke Rp17.868 per Dolar AS, Pasar Masih Waspadai Ketegangan Iran-AS
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru