BREAKING NEWS
Sabtu, 18 Juli 2026

Heboh Isu Pengadaan 1,8 Juta Kipas Angin Senilai Rp1,8 Triliun, Dirut Agrinas Akhirnya Buka Suara

Dharma - Jumat, 17 Juli 2026 10:18 WIB
Heboh Isu Pengadaan 1,8 Juta Kipas Angin Senilai Rp1,8 Triliun, Dirut Agrinas Akhirnya Buka Suara
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara, Joao Angelo De Sousa Mota, membantah kabar mengenai pengadaan 1,8 juta unit kipas angin dengan nilai mencapai Rp1,8 triliun dalam program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP).

Joao menilai informasi tersebut tidak memiliki dasar data yang kuat

Ia bahkan menyayangkan isu tersebut muncul dari anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) karena dinilai belum didukung informasi yang valid.

Baca Juga:

Menurut Joao, penyampaian informasi tanpa memastikan kebenaran data dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

"Kita perhatiin ya maksudnya melihat bahwa anggota Dewan kita berani bicara di publik tanpa mendapatkan data-data yang prudent sehingga sebetulnya sikap-sikap beliau seperti itu sangat merendahkan dan tidak menjunjung tinggi kehormatan badan Dewan Perwakilan Rakyat," ujar Joao usai menghadiri Seminar Nasional KDKMP di Gedung Sasana Kriya TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).

Joao mengatakan, saat ini seluruh pihak seharusnya fokus mendukung program pemberdayaan ekonomi desa, bukan menyebarkan informasi yang berpotensi menjadi fitnah.

Menurutnya, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih merupakan langkah pemerintah untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa sehingga perlu dukungan bersama.

"Kebenarannya (pengadaannya) tinggal ditanya kepada beliau saja datanya dari mana," kata Joao.

Saat ditanya apakah informasi tersebut dapat disebut sebagai data yang tidak akurat, Joao tidak secara langsung menyatakan hal tersebut.

"Kalau saya bilang bodong, anda provokasi, tapi sepertinya begitu juga (bodong) sih," ujar Joao kepada wartawan.

Joao memastikan PT Agrinas Pangan Nusantara telah memiliki perencanaan terkait pengadaan sarana dan prasarana untuk mendukung operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Ia menjelaskan, terdapat 26 jenis sarana dan prasarana yang masuk dalam perencanaan, termasuk kendaraan operasional seperti mobil pikap.

"Ada 26 jenis sarana-prasarana yang diadakan di Agrinas. Rincian detailnya nanti mungkin bisa baca di kemarin waktu saya kasih di salah satu media sosial, itu kan saya sempat di-broadcast, itu di situ ada detail," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan pengadaan 1,8 juta kipas angin tersebut bukan dilakukan oleh Kementerian Koperasi.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti informasi mengenai proyek yang ramai diperbincangkan tersebut.

"Kemudian juga soal kipas angin ini saya enggak tahu. Ini kan pengadaannya bukan di kami, Pak," ujar Ferry dalam rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (15/7).

Ferry juga menjelaskan, apabila kipas angin yang dimaksud merupakan tipe tertentu dengan spesifikasi khusus, harga per unitnya bisa berbeda jauh dari produk biasa di pasaran.

"Rasanya angka yang ada itu kalau bentuk kipas anginnya yang model ada di Imatsu MDF itu harganya di Shopee ini Rp11.464.000. Tapi itu saya enggak tahu persis," katanya.

Sebelumnya, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mufti Anam, mempertanyakan kabar pengadaan 1,8 juta unit kipas angin senilai Rp1,8 triliun.

Menurut Mufti, hingga saat ini belum ada penjelasan resmi dari pemerintah terkait informasi tersebut.

"Hari ini rakyat sedang dihebohkan dengan isu adanya pengadaan kipas angin 1,8 juta dengan nilainya Rp1,8 triliun. Lalu dari isu ini kami mencari informasi, tapi kami tidak dapat satu informasi pun dari pemerintah adanya pengadaan ini," ujar Mufti.

Ia menilai nilai anggaran yang beredar tidak sesuai dengan harga kipas angin yang umum ditemukan masyarakat.

Mufti mengatakan, berdasarkan penelusurannya di sejumlah platform perdagangan elektronik, kipas angin berdiri dari merek ternama dijual dengan harga sekitar Rp300 ribu hingga Rp338 ribu per unit.

"Artinya, kalau pemerintah beli dalam jumlah ribuan, bahkan 1,8 juta, pastinya jauh lebih murah dari Rp300 ribu yang kita temukan di Shopee dan Tokopedia," ujarnya.

Hingga kini, isu pengadaan kipas angin tersebut masih menjadi perhatian publik.

Pihak Agrinas menegaskan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih tetap berjalan dengan perencanaan sarana dan prasarana yang telah disusun.* (tm/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
TNI Jadi Sopir Truk BBM di Sumut, Istana Buka Suara
Update Harga Bahan Pokok: Cabai Masih Mahal, Berapa Harga Beras dan Telur Hari Ini?
Rupiah Dibuka Menguat Tipis ke Rp17.983 per Dolar AS, Ini Penyebabnya
Koperasi "Alat Orang Miskin"
UMKM Wajib Tahu! KUR BCA 2026 Resmi Dibuka, Pinjaman Rp100 Juta Bisa Dicicil Mulai Rp1,9 Juta per Bulan
Bupati Asahan Dorong Sinergi PKK dan OPD, Minta Program Pemberdayaan Keluarga Berjalan Maksimal
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru