BREAKING NEWS
Minggu, 16 Agustus 2026

RI Kirim 200 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Mentan Klaim Stok Aman sampai 10 Bulan ke Depan

Adelia Syafitri - Minggu, 16 Agustus 2026 08:28 WIB
RI Kirim 200 Ribu Ton Beras ke Malaysia, Mentan Klaim Stok Aman sampai 10 Bulan ke Depan
RI Ekspor beras ke Malaysia. (Foto: Dok. Kementerian Pertanian)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Indonesia sepakat mengekspor 200.000 ton beras premium ke Malaysia. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ekspor tersebut tidak akan mengganggu kebutuhan pangan dalam negeri karena stok beras nasional dinilai masih aman.

Amran mengatakan produksi beras nasional hingga Oktober 2026 diperkirakan mencapai sekitar 30 juta ton. Angka tersebut bahkan belum memperhitungkan produksi dari masa tanam September-November yang masih berlangsung.

"Sesuai BPS, produksi sampai hari ini diperkirakan sampai Oktober karena estimasi karena ada standing crop, itu kurang lebih 30 juta ton. Nah kalau masih ada masa tanam sekarang September, Oktober, November, InsyaAllah sesuai BPS produksi tahun ini lebih tinggi daripada tahun lalu 2025. Clear," kata Amran dalam konferensi pers, dikutip Minggu (16/8/2026).

Baca Juga:

Selain produksi berjalan, pemerintah juga memperhitungkan standing crop atau tanaman padi yang telah ditanam dan segera memasuki masa panen. Dari sekitar 3,8 juta hektare standing crop, produksi beras diperkirakan mencapai sekitar 10 juta ton.

Amran juga menyebut stok beras yang berada di masyarakat, termasuk hotel, restoran, dan kafe (horeka), masih lebih dari 10 juta ton. Sementara itu, stok beras di Perum Bulog mencapai sekitar 5,2 juta ton.

Jika seluruh stok tersebut dihitung, pemerintah memperkirakan ketersediaan beras mencapai sekitar 25-26 juta ton. Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia berada di kisaran 2,5-2,6 juta ton per bulan.

"Kalau 25 juta ton, 26 juta ton berarti 10 bulan ke depan, berarti mulai Agustus, September, Oktober, November, Desember, Januari, Februari, Maret, April, Mei. Kekuatan beras kita sampai Mei tahun depan sedangkan panen puncak masuk di Februari. Overlap kan? Clear. Ini aman," ujar Amran.

Menurut Amran, perhitungan tersebut belum memasukkan produksi dari tanaman padi yang masih dalam masa tanam hingga akhir tahun. Panen raya juga diperkirakan kembali berlangsung pada Februari 2027.

Sementara itu, ekspor beras premium ke Malaysia akan dilakukan secara bertahap. Pengiriman perdana sebanyak 1.000 ton ditargetkan dilakukan dalam waktu dekat.

Indonesia dan Malaysia sebelumnya telah menyepakati ekspor beras premium sebanyak 200.000 ton. Harga yang disepakati sekitar 3,9 ringgit Malaysia atau setara Rp17.000 per kilogram.

Dengan harga tersebut, nilai ekspor 200.000 ton beras diperkirakan mencapai sekitar Rp3,4 triliun.

Amran mengatakan kebutuhan beras untuk Sarawak mencapai sekitar 200.000 ton. Sementara kebutuhan beras untuk seluruh Malaysia diperkirakan mencapai 1,5-1,7 juta ton per tahun.* (in/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Lokasi Sudah Disiapkan tapi Belum Diumumkan, Ini Strategi Pemerintah di Balik Pusat Finansial Internasional Jakarta
'Tunggu Tanggal 17', BPIP Simpan Rahasia Kejutan Formasi Paskibraka di HUT ke-81 RI
Nenek 76 Tahun Mengadu Soal Narkoba ke Rico Waas di Tengah Gotong Royong Serentak 21 Kecamatan Medan
SBY Dipastikan Absen di Upacara HUT RI, Ini Alasannya Kata Mensesneg
'Satu Persen Sisanya Kita Serahkan ke Atas', Mensesneg Klaim Kesiapan Upacara HUT RI Capai 99 Persen
Memaknai 81 Tahun Kemerdekaan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru