BREAKING NEWS
Selasa, 18 Agustus 2026

Rupiah Melemah ke Rp17.839, Pasar Tunggu Sinyal The Fed dan Cermati Pidato Prabowo soal Kemandirian Ekonomi

Dharma - Selasa, 18 Agustus 2026 11:14 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.839, Pasar Tunggu Sinyal The Fed dan Cermati Pidato Prabowo soal Kemandirian Ekonomi
ilustrasi - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (18/8/2026). (Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Selasa (18/8/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah berada di level Rp17.839 per dolar AS hingga pukul 09.43 WIB, turun 41 poin atau 0,23% dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.798 per dolar AS.

Sementara itu, data Yahoo Finance menunjukkan rupiah berada di level Rp17.830 per dolar AS pada waktu yang sama. Pergerakan rupiah tersebut dipengaruhi sejumlah sentimen dari dalam maupun luar negeri.

Dari eksternal, pasar mencermati arah kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau Federal Reserve (The Fed). Pelaku pasar menilai The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan suku bunga dalam waktu dekat.

Baca Juga:

Berdasarkan CME FedWatch, peluang The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan September diperkirakan sekitar 63%. Sementara peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin berada di kisaran 37%.

Pelaku pasar juga menanti publikasi risalah rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Juli. Risalah tersebut diharapkan memberikan gambaran mengenai pandangan pejabat The Fed terhadap arah kebijakan suku bunga ke depan.

Perbedaan pandangan di internal The Fed turut menjadi perhatian investor. Sebelumnya, tiga presiden bank sentral regional berbeda pendapat dengan keputusan FOMC yang mempertahankan suku bunga.

Dari dalam negeri, pasar juga masih mencermati pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan bahwa investasi dan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif meski perekonomian global menghadapi ketidakpastian.

Prabowo menekankan pentingnya memperkuat kemandirian ekonomi nasional agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar negeri ketika kondisi global memburuk.

"Kita harus bisa mandiri, kita tidak boleh tergantung pasokan-pasokan dari luar karena kalau situasi tiba-tiba berubah ke arah yang lebih jelek kita tetap harus survive," kata Prabowo.

Presiden juga menyebut ekonomi Indonesia pada kuartal I 2026 tumbuh 5,61%, sedangkan pertumbuhan ekonomi semester I 2026 mencapai 5,45%. Menurut Prabowo, capaian tersebut menjadi pertumbuhan kuartal I dan semester I tertinggi dalam 13 tahun terakhir.

Meski demikian, Prabowo menegaskan pertumbuhan ekonomi dan investasi bukan merupakan tujuan akhir pemerintah. Menurutnya, pertumbuhan harus memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

"Pertumbuhan tinggi tidak bisa dinikmati oleh rakyat kita, kebanyakan tidak bermanfaat bagi kita. Setiap rupiah investasi harus menciptakan pekerjaan harus menghasilkan perbaikan kualitas hidup rakyat kita, terutama rakyat kita yang paling bawah. Itulah orientasi pemerintah yang saya pimpin," tegasnya.

Pergerakan rupiah selanjutnya masih akan dipengaruhi sentimen global terkait kebijakan The Fed serta respons pasar terhadap perkembangan ekonomi dan kebijakan pemerintah di dalam negeri.* (mt/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Transaksi Tembus Rp490,5 Triliun, IHSG Awal Sesi Melaju Hijau ke Level 6.448
Setelah Sempat Mandek, Harga Emas Antam Kembali Naik Rp18 Ribu, Buyback Ikut Terkerek
Kapal di Selat Hormuz Anjlok Drastis, Harga Minyak Dunia Melonjak usai Gencatan Senjata AS-Iran Kandas
Prakiraan Cuaca Aceh Selasa 18 Agustus 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Sumatera Utara Selasa 18 Agustus 2026: Mayoritas Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Jakarta Selasa 18 Agustus 2026: Mayoritas Wilayah Berawan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru