BREAKING NEWS
Jumat, 28 Agustus 2026

Sempat Dikira 'Sultan' Gegara Nyasar di Desil 9 Saat Urus SKTM Kuliah Anak, Status Tukang Becak Ini Akhirnya Direvisi BPS

Nurul - Jumat, 28 Agustus 2026 18:01 WIB
Sempat Dikira 'Sultan' Gegara Nyasar di Desil 9 Saat Urus SKTM Kuliah Anak, Status Tukang Becak Ini Akhirnya Direvisi BPS
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti buka suara soal heboh data desil warga berubah. (Foto: iNews.id)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan soal pengemudi becak motor yang sempat tercatat dalam desil 9. Menurut Amalia, data tersebut kini telah diperbarui dan yang bersangkutan tercatat berada di desil 3.

Amalia mengatakan perubahan tersebut terjadi karena data yang sebelumnya digunakan belum dimutakhirkan. Setelah masyarakat yang bersangkutan mengajukan pembaruan melalui kanal yang tersedia, data kemudian disesuaikan dengan kondisi kesejahteraan terbaru.

"Sudah dimutakhirkan, sekarang dia ada di desil 3. Karena data belum dimutakhirkan, karena beliau memasukkan datanya itu ke dalam kanal pemutakhiran. Setelah dimutakhirkan, sesuai," kata Amalia kepada wartawan di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Jumat (28/8/2026).

Baca Juga:

Desil merupakan pengelompokan tingkat kesejahteraan keluarga berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Semakin tinggi kelompok desil, semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan yang tercatat dalam data tersebut.

Amalia menegaskan pemutakhiran data menjadi bagian penting agar kondisi kesejahteraan masyarakat yang tercatat dalam DTSEN sesuai dengan keadaan terbaru.

"Jadi kuncinya adalah pemutakhiran menjadi kunci supaya datanya sesuai dengan fakta yang terbaru," ujarnya.

Menurut Amalia, masyarakat juga perlu berpartisipasi dalam proses pemutakhiran apabila terdapat perubahan kondisi ekonomi maupun sosial dalam keluarga. Hal ini penting karena kondisi kesejahteraan rumah tangga dapat berubah dari waktu ke waktu.

Kasus pengemudi becak motor yang sempat masuk desil 9 menjadi sorotan setelah data tersebut diketahui saat dirinya mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM).

Pengemudi becak motor bernama Timbul, warga Lendah, Kulon Progo, sebelumnya terkejut ketika mengetahui dirinya tercatat sebagai desil 9. Padahal, ia mengaku biasanya masuk dalam kelompok desil 1-2.

Timbul saat itu tengah mengurus SKTM untuk mendapatkan keringanan biaya pendidikan bagi anak sulungnya, Lucky, yang diterima di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui jalur mandiri.

Ia membutuhkan bantuan karena harus membayar uang masuk kuliah sebesar Rp15 juta. Timbul kemudian berencana mengajukan keringanan maupun beasiswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

"Mau pakai PIP sama mengajukan beasiswa, saya cari SKTM datang ke balai desa, tapi ternyata dicek sama Pak Lurah ternyata desilnya 9," kata Timbul.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tukang Becak Masuk 'Desil 9' Gara-Gara Data Ngawur, PDIP Desak Pemerintah Rombak Total Sistem DTSEN
Siap-siap Beli LPG 3 Kg Bakal Diatur Pakai Sistem Desil, Nggak Bisa Asal Comot Lagi
BPS Tegaskan Desil DTSEN Bukan Patokan Mutlak Kaya atau Miskin, Ini Penjelasannya
Pemerintah Kaji Ulang DTSEN, Desil 10 Ternyata Banyak Diisi Masyarakat Kelas Menengah
Desil 3 Belum Tentu Sama, BPS Tegaskan Angka Ini Bukan Ukuran Mutlak Kaya atau Miskin
Tipe Mobil Anda Bisa Jadi Penentu, Ini Skema Baru Pembatasan Pertalite untuk Desil 9-10 ala Airlangga
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru