Peradi SAI: Istilah Perampasan Aset Tak Dikenal dalam Hukum, DPR Diminta Pertimbangkan Nama RUU
JAKARTA Perhimpunan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (Peradi SAI) menilai istilah perampasan aset tidak dikenal dalam terminolo
NASIONAL
JAKARTA -Tasyi Athasyia kini tengah menjadi sorotan publik setelah mengungkapkan rasa kecewa dan geramnya terhadap Nicky Tirta.
Rasa kesalnya muncul setelah ia merasa disindir oleh Nicky dalam sebuah video yang diunggah di akun Instagram miliknya, yang membahas tekstur asli kue bika ambon.
Video yang diunggah Nicky Tirta pada akun Instagram @nickytirta tersebut berisi edukasi mengenai kondisi dan tekstur bika ambon yang seharusnya. Namun, banyak pihak menganggap video tersebut sebagai sindiran terhadap review Tasyi yang sebelumnya mengkritik bika ambon milik Ci Mehong.
Dalam video itu, Nicky mengatakan, "Agak tidak mungkin membuat resep bika ambon yang bisa dimasukkan ke dalam kulkas tetap lembut.
Alangkah baiknya kalau membandingkan suatu produk dengan produk lain harus apple to apple."
Pernyataan tersebut membuat Tasyi geram. Melalui Insta Story-nya, Tasyi menegaskan bahwa dalam review-nya, ia telah memastikan kedua kue yang dibandingkan diperlakukan dengan cara yang sama.
Ia pun menegaskan bahwa ia memasukkan bika ambon Ci Mehong dan produk lain ke dalam kulkas, dan membiarkannya pada suhu ruang selama empat jam sebelum melakukan ulasan.
"@nickytirta salam kenal mas. Aduh kok bisa bicara se-PD ini tapi informasi yang disampaikan salah. Zaman sekarang yang penting FYP kayaknya ya," tulis Tasyi dalam Insta Story-nya, mengkritik pernyataan Nicky.
Tasyi juga menjelaskan lebih lanjut,
"Saya masukkan dua-duanya ke kulkas, saya diamkan di suhu ruang selama empat jam." Ia merasa bahwa sindiran Nicky berlebihan dan tidak sesuai dengan kenyataan.
Tidak hanya melontarkan pembelaan di media sosial, Tasyi mengambil langkah hukum terkait masalah ini. Ia melaporkan Nicky Tirta ke pihak berwajib atas dugaan penyebaran informasi hoaks yang dianggap merugikan dirinya.
Dalam sebuah unggahan, Tasyi menulis, "Gak nyangka bulan puasa harus ke sini (kantor polisi) gara-gara manusia haus FYP."
JAKARTA Perhimpunan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (Peradi SAI) menilai istilah perampasan aset tidak dikenal dalam terminolo
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan pengunduran diri Febrie Adriansyah dari jabatan Jaksa Agung Muda
NASIONAL
MEDAN PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara resmi mengalihkan penggunaan bahan bakar operasional dari Biodi
EKONOMI
SUMEDANG Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra me
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyatakan dukungan penuh terhadap proses transisi penyelenggaraan Sekolah Rakyat Permanen yang meru
PENDIDIKAN
MEDAN Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kota Medan resmi dimulai serentak, Senin
PENDIDIKAN
JAKARTA Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama jajaran melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Besar (Mabes) TNI, Cilangkap, Ja
NASIONAL
JAKARTA Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan (PKH) memastikan proses hukum yang menjerat Ketua Pelaksana Satgas PKH, Febrie Ad
NASIONAL
MEDAN Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengungkap penyebab terjadinya kelangkaan bahan bakar minyak (BBM)
EKONOMI
PEMATANGSIANTAR Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Pematangsiantar menyatakan akan mengajukan upaya hukum banding atas putusan b
HUKUM DAN KRIMINAL