Korupsi APBG Alue Lim Terbongkar, Kejari Lhokseumawe Tahan Tiga Tersangka
LHOKSEUMAWE Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengonfirmasi nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, muncul dalam penyidikan kasus dugaan suap terkait importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.
Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK, Achmad Taufik Husein, mengatakan nama Raffi disebut dalam rangkaian fakta pemeriksaan karena pernah diduga menitipkan sejumlah barang elektronik saat berkunjung ke Kantor Blueray Cargo di Amerika Serikat.
"Betul, ada fakta saudara RA itu menitip," kata Taufik di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin malam, 8 Juni 2026.Baca Juga:
Taufik menjelaskan, barang yang dimaksud antara lain perangkat elektronik seperti telepon genggam.
Namun, KPK belum mengembangkan lebih jauh keterkaitan peristiwa tersebut dengan perkara utama yang sedang diusut.
"Kemarin kami tidak kembangkan terlalu jauh karena belum sampai kepada fakta-fakta yang menguatkan bahwa itu jadi bagian dari peristiwa Blueray mengurus kepabeanan di Ditjen Bea Cukai," ujarnya.
Ia menegaskan, KPK masih membuka peluang pendalaman apabila ditemukan bukti baru dalam proses persidangan maupun penyidikan lanjutan.
"Apakah nanti fakta persidangan itu menjadi fakta baru yang perlu didalami, kami akan lakukan pemeriksaan," kata dia.
Dalam persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat, Jumat, 5 Juni 2026, nama Raffi juga disebut dalam keterangan saksi perkara dugaan suap pengurusan barang impor Blueray Cargo.
Jaksa KPK menggali keterangan terkait permintaan pengiriman barang elektronik dari Amerika Serikat ke Indonesia, termasuk laptop dan telepon genggam.
Permintaan itu disebut muncul saat Raffi Ahmad berada di Amerika Serikat dan berkunjung ke kantor perusahaan kargo tersebut.
Saksi dalam persidangan mengakui adanya komunikasi terkait pengiriman barang tersebut, namun menyebut rencana pengiriman itu tidak pernah terealisasi.
Nama Raffi juga tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan salah satu saksi dalam perkara tersebut.
Sementara itu, dalam perkara ini, KPK telah menjerat sejumlah pihak dari unsur swasta dan pejabat Direktorat Jenderal Bea dan Cukai atas dugaan suap senilai puluhan miliar rupiah serta pemberian fasilitas mewah untuk melancarkan proses kepabeanan.
Para penerima suap diduga berasal dari jajaran pejabat Bea Cukai, sementara pemberi suap berasal dari pihak perusahaan jasa pengurusan kargo.
KPK menegaskan proses penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya pengembangan terhadap pihak-pihak lain yang disebut dalam persidangan.
Hingga berita ini diturunkan, Raffi Ahmad belum memberikan pernyataan terkait penyebutan namanya dalam perkara tersebut.*
(cn/ad)
LHOKSEUMAWE Kejaksaan Negeri (Kejari) Lhokseumawe menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi pen
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH TENGGARA Semangat gotong royong antara personel TNI Angkatan Darat dan masyarakat kembali terlihat dalam pembangunan infrastruktur
NASIONAL
BANDA ACEH Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf, resmi melantik Nuriati sebagai Kepala SMA Negeri (SMAN) 7 Banda Aceh dalam agenda pelantikan r
PENDIDIKAN
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menegaskan pemeriksaan terhadap mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febr
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gr
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah, menjal
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) membuka kemungkinan melakukan upaya jemput paksa terhadap mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan programprogram strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subiant
NASIONAL
MEDAN Forum Wartawan Pemerintah Provinsi (FWP) Sumatera Utara (Sumut) bersama Konsulat Jenderal (Konjen) India Medan menjalin silaturahm
PEMERINTAHAN
BATU BARA Dalam rangka melaksanakan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke129 Tahun
PEMERINTAHAN