OTT KPK di Sukoharjo Berujung Penetapan 3 Tersangka, Bupati dan Dua Pejabat Terjerat
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah melakukan penyelidikan terkait dugaan korupsi yang melibatkan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba, yang diduga terlibat dalam sejumlah proyek pengadaan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku Utara. Salah satu staf dari Dinas PUPR tersebut, Muhammad Saleh, telah diperiksa oleh KPK terkait dugaan kongkalikong dengan Abdul Gani dalam pengadaan proyek di Maluku Utara.
Pemeriksaan Muhammad Saleh berlangsung di gedung Merah Putih KPK pada Rabu (7/2), dimana penyidik KPK berupaya menggali dugaan pengondisian proyek di Dinas PUPR Maluku Utara atas perintah dari Abdul Gani Kasuba. kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri kepada wartawan, Senin (12/2/2024).
Selain Muhammad Saleh, KPK sebelumnya juga merencanakan untuk memeriksa dua saksi lainnya, yakni Lucky Rajapati dan Sandi Blongkod yang merupakan pihak swasta. Namun, kedua saksi tersebut tidak hadir dalam panggilan pemeriksaan.
Abdul Gani Kasuba sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap, dengan dugaan penerimaan suap sebesar Rp 2,2 miliar terkait proyek infrastruktur di Maluku Utara. Dugaan ini mencakup penerimaan suap baik secara tunai maupun transfer, dimana uang dan kartu ATM dari rekening yang berisi suap tersebut dipegang oleh orang kepercayaan Gani.
Selain itu, Gani juga diduga terlibat dalam pengaturan pemenang lelang proyek infrastruktur di Maluku Utara, dimana kontraktor yang berhasil memenangkan lelang diduga memberikan setoran kepada Gani. Nilai proyek infrastruktur yang terlibat mencapai Rp 500 miliar, bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bukan hanya itu, Gani juga diduga terlibat dalam manipulasi progres proyek agar pencairan anggaran bisa dilakukan, serta menerima setoran dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Maluku Utara untuk mendapatkan rekomendasi jabatan. Bersama dengan Gani, sejumlah pejabat dan pihak swasta juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini, termasuk Adnan Hasanudin (Kadis Perumahan dan Permukiman Malut), Daud Ismail (Kadis PUPR Malut), Ridwan Arsan (Kepala BPPBJ Malut), Ramadhan Ibrahim (Ajudan Gubernur Malut), Stevi Thomas, dan Kristian Wuisan.
Kasus ini mencerminkan seriusnya upaya KPK dalam memberantas korupsi di Indonesia, khususnya dalam lingkup pengadaan proyek publik. KPK terus berupaya untuk memastikan bahwa pelaku korupsi, termasuk pejabat publik, tidak luput dari jerat hukum, demi menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan.
(A/08)
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasa
HUKUM DAN KRIMINAL
ACEH BESAR Warga Gampong Lam Lumpu, Kecamatan Pekan Bada, bergotong royong membersihkan lingkungan di sekitar kantor keuchik sebagai persia
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 45 Tahun 2026 yang mengatur pembebas
EKONOMI
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menjadwalkan pembacaan putusan gugatan praperadilan yang diajukan Roy Suryo terkait penetapan dir
NASIONAL
JAKARTA Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatatkan kinerja positif sepanjang perdagangan 610 Juli 2026. Bursa Efek Indonesi
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menegakkan hukum secara adil tanpa pandang bulu. Menurutnya, hukum harus ber
NASIONAL
KARAKAS Jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 terus bertambah. Hingga
INTERNASIONAL
JAKARTA Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Sabtu (11/7/2026). Berdasarkan pemba
EKONOMI
JAKARTA Harga sejumlah komoditas pangan di tingkat pedagang eceran nasional masih mengalami pergerakan. Berdasarkan data Pusat Informasi
EKONOMI
MEDAN Pengamat politik Sumatera Utara, Shohibul Anshor Siregar, menilai komitmen pemberantasan korupsi pada masa pemerintahan Presiden Pr
NASIONAL