Sentuhan Humanis di Pidie! 500 Warga Antusias Serbu Bakti Kesehatan dan Terima Kursi Roda dari Polri
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
MEDAN – Kasus dugaan pembunuhan seorang ibu oleh anak kandungnya di Medan masih menyisakan tanda tanya.
Seorang remaja perempuan berinisial A (12), pelajar kelas 6 SD yang hendak naik ke SMP, diduga menewaskan ibunya, FS (42), di Jalan Dwikora, Kelurahan Tanjung Rejo, Kecamatan Medan Sunggal, pada Rabu (10/12) sekitar pukul 05.00 WIB.
Tubuh korban bersimbah darah di kamar tidur, dengan laporan awal menyebut adanya 20 luka tusukan.Baca Juga:
Polisi telah mengamankan A dan tengah melakukan pemeriksaan intensif dengan pendampingan psikolog dan personel polisi wanita (Polwan).
Namun, klarifikasi dari keluarga melalui akun Instagram @pakdebrewok2122 yang ditulis di kolom komentar Instagram @lambe_turah, menimbulkan kecurigaan baru.
Menurut pengakuan keluarga, motif yang dituduhkan kepada A dinilai tidak logis, dan mereka menyoroti dugaan keterlibatan suami korban yang sebelumnya berselingkuh dan meminta cerai.
Berikut klarifikasinya:
Izin klarifikasi karna ini keluarga saya,
Kejadian subuh pagi, diduga si adek bunuh mamanya. Kami sekeluarga gak percaya karna alasan yang gak masuk di logika bahwa adeknya dendam karna kakaknya di marahin mama nya.
Dan yang buat kami gak percaya adalah sebelum kejadian si jantan ini selingkuh dan udah minta cerai tapi si istri gak mau dan udah pisah ranjang dan ntah kenapa bisa balik lagi kerumah itu.
Dan semua adalah alibi si ayah nya bilang adeknya di kamar megang pisau bunuh mama nya dan dia katanya tidur di atas jadi gak dengan katanya tolong pak polisi selidiki ini jantan dan sekarang si jantan ini bisa keluar kemana2 logika ini adek masih kelas 6 SD bukan SMP ya kawan2 dan luka tusuk ada 20 tusukan logika aja gak teriak mamaknya klok gak di bekap.
Praktisi hukum dan Ketua Peradi Kota Medan, Dwi Ngai Sinaga, menekankan agar penyidikan kasus dilakukan secara hati-hati dan teliti.
Ia meminta agar pemeriksaan terhadap anak dilakukan sepenuhnya oleh Polwan dan didampingi psikolog.
"Kami sangat meragukan kemampuan seorang anak SD melakukan serangan hingga 20 tusukan. Kasus ini harus ditangani jeli karena dapat mengguncang jiwa anak," ujar Dwi Ngai Sinaga, Jumat (12/12).
Warga sekitar mengungkapkan bahwa keluarga korban tergolong tertutup dan jarang berinteraksi dengan lingkungan. A dikenal sebagai anak pendiam, ramah, dan berprestasi di sekolah.
Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Bayu Putro Wijayanto, memastikan pelaku sedang dalam pemeriksaan intensif.
"Proses pemeriksaan dilakukan dengan hati-hati karena usianya masih di bawah umur dan kondisi psikologisnya perlu pendampingan," kata Bayu.
Motif kasus ini masih didalami polisi, termasuk jumlah dan luka tusukan yang dialami korban. Polisi berjanji akan mengungkap fakta secara transparan dan hati-hati.*
(tm/ad)
SIGLI Sekitar 500 warga mengikuti kegiatan bakti kesehatan yang digelar Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri di Lapangan Bola
NASIONAL
JOMBANG Presiden Prabowo Subianto optimistis Indonesia akan mengalami kebangkitan besar dalam beberapa tahun mendatang. Namun, Prabowo men
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyoroti sejumlah siaran langsung atau live streaming aksi demonstrasi di depan Gedu
NASIONAL
JAKARTA Tembakan gas air mata kembali dilepaskan ke arah kerumunan massa di kawasan Jalan Gatot Subroto dan Jalan Pejompongan Raya, Jakart
PERISTIWA
LANGKAT Tim futsal putri SMK Negeri 2 Binjai berhasil meraih juara 2 dalam turnamen Piala RA CUP yang digelar di Gedung Olahraga Langkat.
OLAHRAGA
JAKARTA Anas Urbaningrum menilai perdebatan mengenai pernyataan Budi Arie di hadapan Presiden Joko Widodo soal kemungkinan perubahan sebel
POLITIK
MEDAN Mantan Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Sekretariat Daerah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Hendra Parwana Batubara
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan kesediaannya menjadi Orang Tua Asuh bagi para nazir wakaf di
PEMERINTAHAN
JAKARTA Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menolak permohonan praperadilan yang diajukan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah. Ha
NASIONAL
MEDAN Sebanyak 10 anggota Satuan Brimob Polda Sumatera Utara (Sumut) diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) setelah terbukti melakukan p
PERISTIWA