BREAKING NEWS
Minggu, 19 April 2026

Jusuf Kalla Sebut Laporan Terhadap Dirinya Muncul Usai Laporkan Rismon Sianipar: Sensitif Sekali Masalah Ijazah Jokowi Ini

Adelia Syafitri - Sabtu, 18 April 2026 18:26 WIB
Jusuf Kalla Sebut Laporan Terhadap Dirinya Muncul Usai Laporkan Rismon Sianipar: Sensitif Sekali Masalah Ijazah Jokowi Ini
Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), menduga pelaporan dirinya ke kepolisian terkait dugaan penistaan agama berkaitan dengan langkah hukum yang sebelumnya ia tempuh terhadap pihak lain di Bareskrim Polri.

JK diketahui lebih dulu melaporkan ahli digital forensik Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri pada 6 April 2026 atas dugaan pencemaran nama baik.

Baca Juga:
Tak lama berselang, JK justru dilaporkan ke Polda Metro Jaya pada 12 April 2026 atas dugaan penistaan agama.

"Saya tidak menuduh politik, tetapi ini kenyataannya bahwa ini timbul setelah saya mengadukan Rismon," kata JK dalam konferensi pers di kediamannya di Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026.

Rismon sebelumnya menuding JK terlibat dalam pendanaan kasus ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

JK menilai tudingan tersebut telah memicu polemik berkepanjangan di ruang publik.

"Masalah ijazah ini sensitif sekali. Kenapa sih? Ini sudah dua tahun membuat masyarakat saling berkelahi," ujarnya.

JK juga menyinggung kembali polemik ceramahnya di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, yang kini menjadi dasar pelaporan dirinya.

Ia menegaskan ceramah tersebut tidak membahas doktrin agama, melainkan konflik sosial di Ambon dan Poso.

"Saya tidak bicara tentang dogma agama, saya tidak bicara tentang ideologi agama, tidak," kata JK.

Menurut dia, konflik Ambon dan Poso yang berlatar SARA justru menunjukkan adanya penyimpangan perilaku dari nilai-nilai agama oleh pihak-pihak yang terlibat konflik.

"Tidak ada dalam ajaran Islam maupun Kristen yang membenarkan saling membunuh. Jadi semua pihak melanggar ajaran agama," ujarnya.

JK menambahkan, pernyataannya disampaikan dalam konteks menjelaskan cara pandang masyarakat dalam konflik tersebut, bukan untuk menggeneralisasi ajaran agama tertentu.

Sebelumnya, JK dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI), Pemuda Katolik, serta sejumlah organisasi kemasyarakatan lainnya.

Laporan itu berkaitan dengan potongan video ceramah JK di Masjid Kampus UGM yang beredar di media sosial sejak awal April 2026.*

Baca Juga:


(tb/ad)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jusuf Kalla Akhirnya Buka Suara Soal Laporan Penistaan Agama di Ceramah UGM
Pigai Duga Ada Skenario di Balik Pelaporan Feri Amsari dan Ubedilah Badrun ke Polisi: Seakan Pemerintah Prabowo Anti Kritik
Hasto Kristiyanto: Kita Kritik Pemerintah, Karena Cinta dan Sayang Tanah Air
Feri Amsari dan Ubedilah Dilaporkan ke Polisi, Menteri HAM Natalius Pigai: Kritik ke Pemerintah Tidak Bisa Dipidana
Bareskrim Bongkar Rekening Proxy Jaringan Narkoba The Doctor, Perputaran Dana Tembus Rp 124 Miliar
Kasus Ijazah Jokowi Bergulir, Polisi Periksa 130 Saksi dan 25 Ahli, Uji Forensik Dilakukan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru