Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personel K3 Kemnaker periode 2022–2025, Irvian Bobby Mahendro, mengungkap asal-usul julukan "Sultan Kemnaker" yang sempat disematkan kepadanya. Ia menyebut julukan tersebut berasal dari eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel.
Hal itu disampaikan Bobby saat menjadi saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan, Senin (20/4/2026).
Bobby mengaku baru mengetahui asal-usul julukan tersebut setelah membaca berita acara pemeriksaan (BAP) milik Noel.
Baca Juga:
"Saya baru tahu setelah membaca BAP dari saudara Immanuel, saudara Immanuel yang mengatakan bahwa saya Sultan Kemnaker," ujar Bobby di ruang sidang Pengadilan Tipikor Jakarta.
Dalam persidangan, jaksa sempat menanyakan langsung kepada Bobby terkait asal-usul julukan tersebut. Ia pun menegaskan tidak mengetahui alasan pasti di balik penyebutan itu.
Bobby mengaku sempat menanyakan langsung kepada Noel saat keduanya berada di dalam lembaga pemasyarakatan. Dari percakapan tersebut, ia mendapat penjelasan yang menurutnya kurang beralasan.
"Saya tanya 'bang maksudnya apa kok Sultan Kemnaker?', pada saat itu yang bersangkutan menjawab karena saya disebut 'leboy' atau banyak perempuan," ungkapnya.
Namun demikian, Bobby mengaku keberatan dengan julukan tersebut. Ia menilai Noel tidak memiliki dasar yang cukup untuk memberikan penilaian tersebut terhadap dirinya.
"Saya sampaikan, abang tidak tahu saya secara pribadi, tidak tahu kehidupan saya seperti apa, jadi saya tidak terima disebut seperti itu," tegas Bobby.
Diketahui, Bobby merupakan salah satu dari 11 terdakwa dalam perkara dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikasi K3 di Kemnaker. Sidang masih terus berlanjut dengan agenda pemeriksaan saksi dan pendalaman peran masing-masing terdakwa.*
(oz/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.