Roy Suryo Kembali Bikin Geger Klaim Temukan Kejanggalan di Skripsi hingga Tanda Tangan Jokowi
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo kembali menyoroti dokumen akademik Presiden ke7 Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya mempersoalkan ijazah,
POLITIK
JAKARTA – Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di lingkungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) periode 2019–2022 kembali memanas di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Selasa, 21 April 2026.
Eks Menteri Pendidikan, Nadiem Makarim, tampak emosional hingga menangis usai mengikuti rangkaian persidangan.
Dalam persidangan tersebut, Nadiem mengaku kelelahan menjalani proses hukum yang telah berlangsung cukup lama, terlebih dengan kondisi kesehatannya yang disebut tidak stabil.Baca Juga:
"Saya hanya mau ini berakhir, saya sudah capek," ujar Nadiem sambil menangis di sela persidangan.
Sidang kali ini menghadirkan ahli pendidikan dan karier Ina Setiawati Liem serta tujuh saksi dari kalangan guru yang disebut menerima manfaat program digitalisasi pendidikan.
Sejumlah keluarga, kerabat, hingga pengemudi ojek daring turut hadir memberikan dukungan di ruang sidang.
Nadiem dalam keterangannya menyoroti penggunaan chrome device management (CDM) yang menurutnya merupakan bagian dari upaya transparansi pengelolaan anggaran.
Namun, perangkat tersebut justru menjadi salah satu poin yang dipersoalkan dalam dakwaan.
"CDM disebut total loss menjadi kerugian negara, padahal itu cara untuk memastikan transparansi agar tidak ada kebocoran anggaran," kata Nadiem.
Ia juga menegaskan bahwa program pengadaan Chromebook dilakukan dengan pertimbangan efisiensi, termasuk harga perangkat yang lebih murah serta penggunaan perangkat lunak tanpa biaya lisensi.
"Ini paradoks, niatnya membersihkan unsur korupsi, malah dituduh korupsi," ujarnya.
Dalam dakwaan jaksa penuntut umum, Nadiem disebut terlibat dalam dugaan korupsi dengan nilai kerugian negara mencapai Rp2,1 triliun.
Rinciannya meliputi dugaan kemahalan harga Chromebook sebesar Rp1,5 triliun serta pengadaan CDM senilai Rp621 miliar yang dinilai tidak diperlukan.
Ia juga disebut menerima aliran dana sebesar Rp809,5 miliar.
Sidang akan kembali dilanjutkan pada pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi lanjutan dan pembuktian dari kedua belah pihak.
Perkara ini menjadi sorotan publik karena berkaitan dengan program digitalisasi pendidikan nasional berskala besar.*
(vo/ad)
JAKARTA Pakar telematika Roy Suryo kembali menyoroti dokumen akademik Presiden ke7 Joko Widodo (Jokowi). Tak hanya mempersoalkan ijazah,
POLITIK
BENGKAYANG Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Dikreg ke67 sebagai Tim Edukasi Lemdiklat Polri turun langsung mengedukasi masyarakat di Kabu
NASIONAL
JAKARTA Data kemiskinan Indonesia yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia (World Bank) menunjukkan angka berbeda cukup jau
EKONOMI
MEDAN Kasus dugaan pelanggaran lingkungan hidup terkait temuan kayu gelondongan saat banjir di Sumatera Utara (Sumut) memasuki babak baru.
HUKUM DAN KRIMINAL
PATI Jumlah siswa yang mengalami gejala dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati,
PERISTIWA
CILACAP PT Pertamina Patra Niaga masih menunggu keputusan resmi pemerintah terkait rencana pembatasan pembelian Pertalite berdasarkan kelo
EKONOMI
MEDAN Siti Aisah, seorang asisten rumah tangga (ART) di Medan, divonis 6 tahun penjara karena terbukti menghilangkan nyawa bayi yang baru
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Timnas Indonesia akan menjalani tiga pertandingan fase grup FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda tergabung di Grup A bersama Singapur
OLAHRAGA
JAKARTA Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menyebut eks Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas tidak terlibat dalam pe
NASIONAL
JAKARTA Pakar hukum tata negara Denny Indrayana bersama sejumlah pemohon mengajukan gugatan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Pilpr
POLITIK