Kapolres Muratara AKBP Rendy Surya Aditama membenarkan adanya OTT tersebut, namun belum mengungkap identitas pejabat yang diamankan.
"Benar, memang ada OTT," kata Rendy, Selasa, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, operasi ini berawal dari laporan yang diterima Satuan Reskrim Polres Muratara terkait dugaan pemerasan di lingkungan BKPSDM.
Dari lokasi, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan praktik tersebut.
"Info awal ada pemerasan di BKPSDM dan ada beberapa bukti yang diamankan. Masih kita dalami," ujarnya.
Meski sudah diamankan, pejabat tersebut belum ditetapkan sebagai tersangka. Polisi masih melakukan gelar perkara untuk menentukan status hukum yang bersangkutan.
"Yang diamankan satu orang. Statusnya masih belum tersangka, masih akan digelarkan," kata Rendy.
Hingga kini, penyidik masih melakukan pengembangan untuk memastikan apakah terdapat pihak lain yang terlibat dalam dugaan praktik pemerasan tersebut.
Polisi tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru seiring pendalaman kasus.
OTT ini menambah daftar panjang kasus dugaan penyalahgunaan kewenangan di lingkungan pemerintah daerah yang kini menjadi sorotan aparat penegak hukum.*
(in/ad)
Editor
: Abyadi Siregar
OTT Guncang Muratara, Pejabat BKPSDM Diduga Terlibat Pemerasan